Jakarta, Indonesia | Sunday, 16-12-2018

NEWS UPDATE

Rusia Minta AS Buktikan Tudingan Pelanggaran Nuklir

RWS | Kamis,06 Des 2018 - 13:19:38 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

CityPost – Pemerintah Rusia saat ini menegaskan bahwa terkait adanya tudingan pihak Amerika Serikat yang menyatakan Rusia telah melakukan pelanggaran perjanjian nuklir, pemerintah AS belum memberikan bukti-bukti tersebut.

Saat ini Moskow sendiri menyatakan siap untuk terus membahas permasalahan tersebut, dimana pihaknya tengah dituding AS melanggar perjanjian Intermediate-range Nuclear Forces (INF).

Hal itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. Dia mengatakan pihaknya telah menerima dokumen yang menyebut AS akan mundur dari perjanjian INF.

“Didalamnya sekali lagi ada tuduhan tanpa dasar tentang dugaan pelanggaran terhadap perjanjian ini (INF). Kami telah berulang kali mengatakan bahwa ini adalah dugaan, tidak ada bukti telah disampaikan kepada kami,” tegasnya pada Rabu (5/12) kemarin.

Diketahui, pada Selasa (4/12) pihak AS mengirimkan ultimatum kepada Rusia untuk mengakui bahwa mereka melanggar perjanjian INF, bila hal itu tak dilakukan maka Washington akan memulai proses penarikan diri dari INF dalam jangka waktu enam bulan kedepan.

INF itu sendiri ditandatangani oleh AS dan Uni Soviet pada 1987, dimana perjanjian itu melarang kedua belah pihak memproduksi atau memiliki rudal nuklir dengan daya jangkau 500-5.500 kilometer. Perjanjian itu telah berkontribusi menghancurkan 2.700 rudal balistik dan jelajah pada 1991 sementara itu pihak Uni Eropa menilai INF merupakan pilar keamanan untuk Benua Biru.

Diketahui tudingan AS uang mengatakan Rusia melanggar INF sudah mencuat sejak 2014 lalu, kendati demikian pihak Rusia selalu membantahnya. Hingga akhirnya Presiden AS Donald Trump pada Oktober lalu mengumumkan bakal menarik AS dari perjanjian INF. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar