Jakarta, Indonesia | Wednesday, 23-01-2019

NEWS UPDATE

Said Khawatir Pemerintahan Berikutnya Intervensi Pesantren

RWS | Kamis,10 Jan 2019 - 21:36:09 WIB

Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (NU-red) KH. Said Agil Siroj/foto ist

Jakarta, CityPost – Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (NU-red) KH. Said Agil Siroj menyampaikan dirinya khawatir dari pemerintahan selanjutnya setelah Joko Widodo tidak lagi menjadi presiden. Ketakutan itu disampaikan yang berkaitan dengan adanya intervensi terhadap pesantren-pesantren di Indonesia.

Said mengatakan, celah intervensi itu ada di dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Agama yang hingga saat ini masih terus dibahas pihak DPR RI.

“kalau nanti kapan-kapan, misalnya rezimnya berbeda, kemudian tidak senang pesantren, intervensi (bisa dilakukan) dengan berdasarkan undang-undang yang ada,” terang Said Agil usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kallah dikantornya, Jakarta pada Kamis (10/1) seperti yang dilansir melalui viva.

Perihal pesantren itu sendiri, Said mengaku Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai pemerintah kerap menjaga komitmen mereka agar pesantren tetap menjadi lembaga pendidikan Islam yang independen.

Petinggi PBNU ini menegaskan bentuk intervensi itu sendiri bisa dilakukan melalui aturan pendanaan pemerintah di RUU Pesantren dan dia tidak ingin aturan itu nantinya menjadi alat pemerintah untuk mengganggu independensi pesantren pasalnya mendapatkan pembiayaan dari negara.

“Selama ini pesantren itu independen. Itu sudah menjadi kekhasan. Ciri khasnya pesantren disitu. Nanti jika menjadi seperti sekolah yang mainstream, (pesantren menjadi harus menuruti) apa kata negara kan,” terangnya.

Said menyerukan, pesantren saat ini dalam kondisi apapun harus senantiasa independen pasalnya bukan tempat berpolitik. Independensi itu selalu diperjuangkan oleh para tokoh politik Islam seperti KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan juga kakeknya KH. Hasyim Asy`ari. (RWS/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar