Jakarta, Indonesia | Monday, 17-12-2018

NEWS UPDATE

Sebelum Bertanding, Miftah Sudah Tahu Ada Larangan Berhijab

AL | Rabu,10 Okt 2018 - 16:14:43 WIB

Atlet judo tuna netra putri Indonesia, Miftahul Jannah.foto.ist

Jakarta, CityPost - Atlet judo tuna netra putri Indonesia Miftahul Jannah yang terdiskualifikasi di ajang Asian Para Games 2018 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (8/10/18). Miftah memilih tak ikut bertanding demi mempertahankan prinsip yang dia yakini bahwa judoka muslimah tidak harus melepas hijabnya.

Miftah mengaku sudah mengetahui ada peraturan yang melarang penggunaan jilbab dalam olahraga bela diri sejak sebelum pertandingan dimulai, sehingga ia tak merasa heran.

"Sebelumnya, Miftah sudah tahu bahwa ada aturan untuk membuka hijab ketika pertandingan dimulai," kata Miftah dalam jumpa pers di Jakarta

Miftah menceritakan, meskipun ia telah mengetahui tentang aturan tersebut, perempuan asal Aceh ini tetap melanjutkan hingga ke tahap pertandingan hingga akhirnya harus terdiskualifikasi akibat mempertahankan prinsipnya tersebut.

"Miftah ingin menerobos itu semua. Miftah menantang aturan itu karena Miftah ingin mempertahankan prinsip Miftah untuk Miftah sendiri dan untuk teman-teman atlet muslim lainnya kalau bisa harus mempertahankan hijabnya," ujar perempuan asal Aceh itu.

Keinginan Miftah untuk tetap bertanding dengan menutup aurat harus terbentur dengan regulasi dari federasi judo internasional pada poin empat, yang menyebutkan bagian kepala tidak boleh ditutup, kecuali untuk membalut yang bersifat medis.

Miftah mengaku tidak menyesal atas keputusan yang telah diambil. Bagi atlet berusia 21 tahun itu, lebih baik tidak ikut pertandingan daripada harus menggadaikan prinsip yang diyakininya.

"Itu memang pendirian Miftah karena jauh hari juga Miftah sudah tahu. Pas Miftah sudah tahu, mungkin ada peluang untuk Miftah tampil. Tapi, ketika mendengar hasil technical meeting yang sesungguhnya, bahwa memakai hijab itu tidak boleh, ya, sudah, Miftah ambil komitmen bahwa Miftah tidak akan ikut bertanding jika hijab Miftah harus dibuka," tegasnya. (red/ist)  


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar