Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

Seluruh RS di Indonesia Harus Miliki Layanan Lansia

AL | Rabu,09 Mei 2018 - 14:51:43 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Palembang, CityPost - Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, mengharuskan semua pusat kesehatan dan rumah sakit di Indonesia memiliki layanan untuk pasien lanjut usia seiring dengan membaiknya indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia akan berdampak dengan bertambahnya penduduk usia manula. Nila mengatakan, saat ini layanan khusus terpadu untuk pasien di atas 60 tahun baru tersedia di 12 provinsi, sehingga negara akan terus mendorong setidaknya ada tambahan lagi di tahun ini.

"Penduduk usia manula ini jika tidak diurus bakal jadi masalah di masa datang karena diperkirakan bakal terus meningkat jumlahnya. Adanya layanan geriatri ini diharapkan dapat memudahkan mereka karena nantinya layanan kesehatan bersifat terpadu," ujarnya seusai Pelayanan Geriatri di RS Dr Mohammad Hoesin, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (9/5/18).

Nila menuturkan, negara sangat memberikan perhatian terhadap kaum manula ini, karena, berdasarkan data BPS 2015 menunjukkan jumlah usia lanjut sebanyak 21 juta atau 8,2 persen dari jumlah penduduk Indonesia, dan akan terus bertambah. Menurutnya, dalam hal ini Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan dengan Jepang. Sebagai salah satu negara maju di dunia dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) cukup tinggi, diketahui saat ini memiliki komposisi penduduk berbentuk piramida terbalik yang menandakan jumlah penduduk usia manula lebih banyak dari usia produktif. Sedangkan, Indonesia sebagai negara berkembang, sejauh ini masih memiliki komposisi penduduk yang ideal namun seiring dengan kemajuan dan perbaikan pola hidup maka niscaya bakal terjadi peningkatan. Hal ini tergambar dari angka harapan hidup yang sudah di atas 70 tahun.

Karena itulah, Nila mengharuskan agar pusat pelayanan kesehatan bagi manula diperbanyak agar para manula tidak perlu lagi bolak-balik untuk melakukan pemeriksaan kesehatan karena untuk sekali datang, dapat melakukan beberapa macam cek kesehatan, karena pada umumnya, pasien usia manula memiliki penyakit komplikasi seiring menurunnya fungsi organ tubuh. Salah satu penyakit yang sering dialami manula adalah sindrom dispepsia, yakni keluhan sakit pada perut bagian atas yang menetap atau berulang disertai rasa penuh saat makan, cepat kenyang, kembung, bersendawa, nafsu makan menurun, mual, muntah dan dada terasa panas yang dalam.

"Misal, dia (pasien manula) sakit gigi, pasti akan berpengaruh juga ke paru-parunya, bisa juga ke jantungnya. Jika mereka harus memeriksa satu per satu dengan mendatangi masing-masing unit tentunya akan merepotkan sehingga harus dibuatkan suatu layanan terpadu," ujarnya.

Selain fasilitas layanan terpadu, Nila juga menyoroti mengenai biaya untuk mendapatkan pelayanan itu khususnya untuk layanan rawat jalan.

"Tentunya tidak bisa dibayar sekaligus, meski banyak yang diperiksa karena ini akan memberatkan pasien. Mengenai skema pembayaran ini, saya berharap pihak rumah sakit bisa menemukan pola idealnya," tutur Menkes.

Direktur Medik dan Keperawatan RSMH, Alsen Arlan, mengatakan, RSMH telah menyiapkan tim terpadu untuk layanan geriatri ini yang meliputi internis geriatri, rehabilitasi medik geriatri, psikogeriatri, perawat geriatri, ahli gizi, konsultan terkait seperti neurologi, ortopedi, mata, THT, urologi, kulit, gigi, dan lain. Layanan ini dibuka mulai Senin Senin hingga Sabtu dari pukul 07.00 sampai pukul 21.00 WIB. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar