Jakarta, Indonesia | Wednesday, 25-04-2018

NEWS UPDATE

Serangan Rudal Ke Suriah Di Kecam Rusia

RWS | Senin,16 Apr 2018 - 15:44:36 WIB

Presiden Rusia, Vladimir Putin/ Foto ist

CityPost – Presiden Rusia Vladimir Putin tengah geram dengan serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Inggris dan Perancis terhadap Suriah dengan menembakkan 100 misil kenegara tersebut.

Putin mengutuk serangan udara AS dan sekutunya yang dianggap sebagai pelanggaran internasional. Hal itu disampaikan melalui pernyataan resmi yang disampaikan Kremlin melalui situs internet resmi mereka.

Putin mengatakan serangan itu merupakan tindakan agresi terhadap pemerintahan yang berdaulat dan menuduh Amerika Serikat telah memperparah bencana kemanusiaan di Suriah ditengah perang yang berkecamuk.

Menyikapi hal tersebut, Putin lantas meminta Dewan Keamanan PBB untuk menggelar pertemuan dan membahas permasalahan serangan tersebut.

“Meruncingnya keadaa sekarang di Suriah telah sangat merusak seluruh sistem hubungan internasional. Sejarah akan meletakkan apapun ditempatnya dan sejarah sudah meletakkan tanggungjawab yang berat kepada Washington atas pembalasan berdarah terhadap Yugoslavia, Irak dan Libya,” tegasnya.

Sementara itu, Putin sendiri menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan tempat yang dituding tengah terjadi serangan senjata kimia di Douma dan tidak menemukan sama sekali adanya indikasi chlorine atau gas beracun lainnya disana.

“Tidak seorangpun penduduk setempat mengukuhkan adanya serangan kimia,” jelas Putin.

Sementara itu terkait serangan AS dan sekutunya, Putin menilai mereka telah gagal menunggu hasil pemeriksaan inspektur dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia yang saat ini tengah berada di Suriah. Bahkan Rusia menegaskan senjata kimia milik Suriah sudah dilenyapkan pada 2013 lalu yang dimediasi antara kremlin dan Presiden Obama.

Putin menuding serangan yang dilakukan AS dan sekutunya merupakan sebagai upaya untuk menghambat pekerjaan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia yang sedang melaksanakan tugas mereka. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar