Jakarta, Indonesia | Wednesday, 15-08-2018

NEWS UPDATE

Setnov Tolak Jadi Saksi Sebelum Jatuh Vonis Kasus KTP-e

AL | Jumat,20 Apr 2018 - 12:21:22 WIB

Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto.foto.ist

Jakarta, CityPost - Mantan Ketua DPR Setya Novanto atau Setnov menolak memberikan kesaksian untuk perkara lain sebelum dijatuhi vonis pada 24 April 2018 terkait kasus korupsi dan suap proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis pusat data tunggal nasional secara elektronik (KTP-e).

"Sesuai agenda sebelumnya pemeriksaan saksi atas nama Setya Novanto. Di sini sudah kami kirim panggilan tetapi saksi memberikan surat yang menyampaikan kepada kami untuk disampaikan dalam persidangan yang memohon maaf tidak bisa menghadiri sidang karena mempersiapkan dukplik untuk putusan yang sedang dihadap," kata jaksa penuntut umum KPK Takdir Suhan, di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jum`at (20/4/18).

Jaksa Takdir menuturkan, Setnov seharusnya menjadi saksi untuk terdakwa dokter RS Medika Permata Hijau dokter Bimanesh Sutarjo yang didakwa bekerja sama dengan advokat Fredrich Yunadi untuk menghindarkan Setnov dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-e.

"Mohon ditunda sidang minggu depan," ujarnya

Akhirnya, Makhfudin selaku ketua majelis hakim menunda sidang hingga Senin pekan depan.

"Ditunda hingga 23 dan 27 April untuk sidang lanjutan," katanya sambil mengetok palu.

Setelah sidang, jaksa Takdir mengemukakan bahwa duplik seharusnya disampaikan sebelum putusan.

"Putusan seharusnya sudah mencakup tuntutan, pledoi, replik dan duplik, tapi saksi Setya Novanto menyampaikan ini melalui pengawal tahanan kepada jaksa," tuturnya.

Terkait sidang yang akan digelar pada Senin (23/4/18), Takdir menyampaikan bahwa JPU belum akan menghadirkan Setnov sebagai saksi karena ia belum dijatuhi vonis hukuman yang rencananya akan dibacakan pada Selasa (24/4/18)

"Senin kami masih akan menggali kondisi medis yang terjadi pada dilakukan penyidikan kepada Setya Novanto karena saat itu statusnya masih sebagai tersangka dan bagaimana Setnov tidak mematuhi panggilan penyidik," jelasnya.

Takdir menambahkan, bahwa JPU masih akan menghadirkan 10 saksi lagi dalam sidang Bimanesh.

"Termasuk saksi dari penyidik KPK yang menjadi subjek saat mengalami, merintangi penyidik, tindakan apa saja yang dilakukan terdakwa sehingga melakukan perbuatan merintangi. Saksi lain yang akan dihadirkan adalah ahli hukum dan ahli medis," ungkapnya.

Setnov dituntut 16 tahun penjara ditambah denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan karena dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi pengadaan KTP-e tahun anggaran 2011-2012. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar