Jakarta, Indonesia | Wednesday, 23-01-2019

NEWS UPDATE

Silariang: Cinta Yang (Tak) Direstui Tampilkan Budaya Bugis

AL | Senin,11 Sept 2017 - 13:25:04 WIB

Salah satu adegan di film Silariang: Cinta Yang (Tak) Direstui.foto.ist

Jakarta, CityPost - Trailer resmi film "Silariang: Cinta Yang (Tak) Direstui" yang dibintangi oleh Bisma Kharisma dan Andania Suri telah diluncurkan di kanal Youtube Inipasti Communika, Minggu (10/9/17) kemarin.

Melalui trailer ini, penonton diajak menikmati sebuah kisah cinta antara Yusuf (Bisma Kharisma) dan Zulaikha (Andania Suri) yang penuh perjuangan hingga harus Silariang (kawin lari) karena hubungan yang tidak direstui oleh orang tua keduanya.

Trailer ini tidak hanya menonjolkan banyak tradisi Bugis Makassar, tapi juga menampilkan keindahan panorama Rammang-Rammang, salah satu destinasi wisata utama di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Produser eksekutif Prisilla Puspitasari dalam siaran pers mengatakan pihaknya sangat bangga lantaran Wali Kota Makassar, Danny Pomanto dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf memberikan pujian saat pemutaran perdana trailer ini. 

“Kami sangat senang dan bangga sekali karena Wali Kota Makassar dan Kepala Bekraf mengapresiasi kerja keras yang sudah kami lakukan selama hampir setahun. Semoga apresiasi tersebut juga menular ke masyarakat luas saat film ini tayang di bioskop nantinya," ungkapnya.

Produser sekaligus penulis cerita, Ichwan Persada, mengaku sangat bersemangan mengerjakan film ini karena mengangkat budaya lokal. 

"Dalam beberapa tahun belakangan, ada kegairahan untuk mengangkat isu-isu lokal. Bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta atau Jawa. Indonesia terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Sebagai putra daerah, tentu saja saya juga ingin mengangkat nilai-nilai budaya dari kampung halaman saya, Makassar. Dan saya percaya kearifan lokal bakal menjadi kekuatan baru di perfilman Indonesia," katanya.

Ichwan menuturkan, film ini sarat dengan budaya Bugis namun dikemas secara populer khas anak muda dan memperlihatkan sejumlah nilai-nilai budaya yang baik untuk ditiru. 

"Kami juga ingin menunjukkan keindahan Kota Makassar dan Propinsi Sulawesi Selatan yang kami ekspose secara maksimal di film ini. Harapannya agar masyarakat bisa menikmati cerita dan gambar yang bagus ketika datang ke bioskop dan menikmati film kami,” tambahnya.

Selain tayang di bioskop Indonesia, film ini juga direncanakan untuk tayang di Malaysia pada akhir 2017. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar