Jakarta, Indonesia | Thursday, 13-12-2018

NEWS UPDATE

Sistem Satu Tarif di Tol Jagorawi Berlaku Mulai Besok

AL | Kamis,07 Sept 2017 - 11:45:55 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan, sistem satu tarif di Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dengan besaran untuk golongan I jauh dekat Rp 6.500 mulai berlaku Jumat (8/9) pukul 00.00 WIB.

"Hal itu sesuai Kepmen PUPR Nomor 692/KPTS/M/2017 tentang Penetapan Tarif dan Perubahan Sistem Transaksi Pembayaran Tol pada Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). tertanggal 31 Agustus 2017," kata Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna di Jakarta, Kamis (7/9/17)

Herry menuturkan, isi Kepmen tersebut terkait perubahan dari sistem terbuka dan tertutup Tol Jagorawi menjadi sistem terbuka saja sehingga pengguna tol dari arah Jakarta menuju Ciawi maupun dari arah sebaliknya hanya membayar satu kali saja dengan tarif sama baik jarak dekat maupun jauh. 

"Pengguna tol ke arah Jakarta akan membayar pada pintu masuk tol (on ramp) dan yang ke arah Bogor pembayaran dilakukan di pintu keluar tol (off ramp). Dengan demikian pada dua gerbang tol (GT) yang ada di dalam ruas tol tersebut, yakni GT Cibubur dan GT Cimanggis Utama tidak ada lagi transaksi," jelasnya.

Herry mengatakan, untuk mengantisipasi kemacetan di pintu masuk dan pintu keluar tol, akan dilakukan penambahan gardu yakni pada GT Cimanggis 3 sebanyak 5 gardu, GT Gunung Putri 2 gardu, GT Bogor 8 gardu dan GT Ciawi 8 gardu. 

"Tarifnya menjadi sama yakni Rp 6.500 untuk kendaraan golongan I. Dengan tarif baru tersebut, bagi pengguna jarak jauh besaran tarifnya turun, sementara jarak dekat tarifnya naik," imbuhnya.

Adapun tarif yang diberlakukan untuk kendaraan golongan I adalah Rp 6.500, golongan II Rp 9.500, golongan III Rp 13.000, golongan IV Rp 16.000, dan golongan V menjadi Rp 19.500.


Ditemui secara terpisah, Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Ariyani menjelaskan, pengurangan gerbang tol dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan antrian kendaraan. Sebelumnya, hal ini juga dilakukan pada tol ruas Jakarta-Tangerang.

"Seperti yang kita lakukan di ruas Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak. Diharapkan ini bisa mengurangi kemacetan di GT Cibubur Utama dan GT Cimanggis yang selama ini mengekor panjang," ujarnya.

Desi berharap, kemacetan lalu lintas bisa terurai setelah perubahan sistem transaksi Jalan Tol Jagorawi karena simpul kepadatan di GT Cimanggis Utama dan GT Cibubur Utama dihilangkan sehingga lalu lintas terdistribusi di beberapa titik. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar