Jakarta, Indonesia | Monday, 20-08-2018

NEWS UPDATE

Siswa Penderita Buta Warna Sampaikan Keluhannya ke Jokowi

AL | Jumat,25 Mei 2018 - 16:31:09 WIB

Presiden RI Joko Widodo memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada para siswa/i sekolah.foto.ist

Majalengka, CityPost - Seorang pelajar SMA dari Kabupaten Indramayu, Anzal Ibrahim yang menderita buta warna parsial mengungkapkan keluhannya Kepada Presiden Joko Widodo karena banyak jurusan kuliah yang mensyaratkan tidak buta warna.

"Mengapa banyak jurusan-jurusan yang melarang buta warna untuk masuk," kata Anzal yang hadir di acara ramah tamah Presiden dengan perwakilan Ketua OSIS, Ketua Pramuka dan Ketua Rois SMA-SMK se-Jawa Barat di Lapangan Dirgantara Majalengka, Kamis (25/5/18).

Presiden Jokowi meminta Menteri Pendidikan dan kebudayaan Muhadjir Effendi untuk menjelaskan yang dipertanyakan Anzal.

"Memang ada kebijakan dari sekolah dan Perguruan Tinggi untuk bidang-bidang tertentu mensyaratkan harus yang tidak buta warna. Tapi tidak itu saja, ada syarat lain, karena nanti kalau lulus kaitannya dengan pekerjaaannya. Kalau nanti tidak cakap karena kekurangan itu bisa membahayakan bidang pekerjaan itu," ujar Muhadjir.

Mendikbud mengakui bahwa syarat itu bukan kementeriannya yang menetapakn persayaratan tersebut, tetapi sudah menjadi standar internasional untuk bidang-bidang tertentu.

Untuk memberikan semangat kepada Anzal, Jokowi meminta Anzal jangan khawatir karena tidak semua bidang melarang penderita buta warna untuk masuk

"Tapi tidak semua bidang, artinya banyak bidang yang bisa dimasuki, nggak usah khawatir mengenai itu," tuturnya.

Jokowi mengatakan bahwa cita-cita masih terbentang luas, tapi harus dengan kerja keras dan kedisiplinan.

"Lakukan hal-hal produktif. Ke depan kesempatannya besar tapi tantangannya juga besar," ujarnya. (red/ist)       


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar