Jakarta, Indonesia | Monday, 21-05-2018

NEWS UPDATE

Standar Ketenagakerjaan di Industri Kelautan dan Perikanan Masih Lemah

Redaksi CityPost | Senin,27 Mar 2017 - 14:54:37 WIB

Menteri Tenaga Kerjaan dan Transmigrasi, Hanif Dhakiri.foto.ist

Jakarta, CityPost - Menteri Tenaga Kerjaan dan Transmigrasi, Hanif Dhakiri, menyatakan standar ketenagakerjaan yang ada dalam industri kelautan dan perikanan masih sangat lemah. Lemahnya standar tersebut menurutnya terdapat pada dua hal, yaitu perlindungan hak tenaga kerja dan perdagangan manusia yang sampai saat ini masih menghantui sektor industri ini. "Memang ini dua hal yang terus terang jadi problem bagi kita," ungkap Hanif di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (27/3/17). "ABK bekerja dengan kondisi yang sangat buruk, jam kerjanya juga sangat tidak standar, upahnya sangat rendah padahal mestinya di kapal itu harusnya upahnya lebih baik," tambahnya. Hanif menyebut pelaku industri kelautan dan perikanan cenderung mengabaikan hak-hak tenaga kerja. Menurutnya, hal ini tidak bisa dibiarkan karena kondisi demikian dapat menurunkan tingkat kesejahteraan tenaga kerja. "Intinya kalau kita menggunakan standar Ketenagakerjaan itu banyak sekali standar ketenagakerjaan yang tidak masuk di sana," pungkasnya. (EKS/CityPost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar