Jakarta, Indonesia | Tuesday, 19-06-2018

NEWS UPDATE

Staquf Dianggap Khianati Palestina

RWS | Kamis,14 Jun 2018 - 17:08:53 WIB

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf/foto ist

Jakarta, CityPost – Front Pembela Islam saat ini kecewa dengan kehadiran Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf di Israel. Mereka menilai langkah itu tidak dibenarkan dan akhirnya melayangkan pernyataan resmi terkait kunjungan Staquf tersebut.

“Adalah suatu sikap, kemunafikan bila diplomasi politik dari salah satu elemn bangsa Indonesia justru memperkuat posisi bangsa penjajah yaitu Israel terhadap saudara Muslim Palestina, dan merupakan pengkhianatan besar terhadap konstitusi Indonesia bila salah seorang watga negaranya bersikap memperkuat posisi Israel sebagai penjajah dan sekaligus memperkuat posisi Yahudi sebagai agama dengan mengajurkan  kritik terhadap Nash Al Quran dan Hadist,” tegas Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam. KH. Ahmad Shabari Lubis melalui keterangan pers yang disampaikan pada Rabu (13/6) kemarin.

Shabari Lubis mengatakan tindakan Staquf merupakan perbuatan munkar dan keji, sekaligus merupakan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara Indonesia, pengkhianatan pada perjuangan bangsa Palestina.

“Kunjungan Yahya C Staquf, sebagaimana yang dia sampaikan dalam ceramah di acara AJC, bahwa harus melihat persoalan berdasarkan konteks, maka dalam kontreks penjajahan Israel terhadap Palestina adalah tidak dapat dibenarkan baik secara konstitusional maupun secara moralitas,” terangnya. (RWS/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar