Jakarta, Indonesia | Sunday, 19-08-2018

NEWS UPDATE

Takaeshi, Aplikasi Android Untuk Cek Kesehatan Sapi

AL | Selasa,13 Feb 2018 - 17:30:10 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Bogor, CityPost - Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLITVET) Kementerian Pertanian meluncurkan Takesi, teknologi android untuk mengetahui kesehatan sapi.

Kepala Badan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Muhammad Syakir mengatakan teknologi dan inovasi seperti Takesi yang dihasilkan para peneliti di BBLITVET Kementan sejalan dengan yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo bahwa pertanian dapat maju dengan inovasi dan teknologi.

"Karena, itu semua program strategis nasional yang dimiliki Kementerian Pertanian berbasis riset dan teknologi," ujarnya Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/2/18).

Syakir menuturkan, Takesi dibuat dengan melibatkan sejumlah ahli yang berkompeten di bidangnya, termasuk para praktisi di lapangan. Takesi dapat diunduh secara gratis melalui Appstore. 

"Aplikasi memiliki empat menu utama, yakni penyakit dan gangguan reproduksi pada sapi indukan, penyakit dan gangguan pada anak sapi, manajemen kesehatan, dan kontak ahli," jelasnya.

Syakir menerangkan, berdasarkan jenis penyakit sapi, aplikasi ini dibagi menjadi penyakit infeksius dan noninfeksius. Takesi mudah digunakan karena disusun menggunakan bahasa yang sederhana, singkat, dan jelas, termasuk memasukkan beberapa bahasa daerah popular terkait nama-nama penyakit tertentu pada ternak ruminansia, yakni sapi.

Kepala BBLITVET Indi Dharmayanti mengatakan, Takesi merupakan salah satu dari berbagai inovasi yang diluncurkan untuk mendukung program strategis Kementan dalam mewujudkan swasembada daging melalui upsus siwab (upaya khusus sapi indukan wajib bunting). 

"BBLITVET memiliki inovasi lengkap mulai dari tahap pertama proses pemeriksaan hewan sampai tahap akhir pengembangbiakkan dan menghasilkan sapi indukan yang berkualitas," ujarnya.

saat ini Takesi sudah diunduh 1.700 orang sejak disosialisasikan November 2017 lalu. Namun, Indi mengakui Sosialisasi ini masih terbatas di sejumlah wilayah yang menjadi sentra peternakan sapi, seperti Jawa Tengah, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Sudah ada 30 dokter hewan yang tergabung dalam aplikasi ini sebagai ahli, yang akan membantu peternak dalam menjawab berbagai pertanyaan dan persoalan yang dihadapi oleh peternak," imbuhnya.

Indi menjelaskan, Takesi juga dilengkapi dengan galeri foto dan video tentang penyakit-penyakit sapi di Indonesia. Selain itu, aplikasi ini memiliki mesin pencari jenis penyakit berbasis gejala. 

'Misalnya, pengguna dapat memasukkan kata kunci "lumpuh" sesuai dengan gejala klinis yang dilihat pada sapinya, maka dengan menyentuh tombol "cari", layar ponsel pintar akan menyajikan beberapa alternatif kemungkinan penyakit yang menyerang ternaknya," tuturnya.

Peneliti Takesi, April Heriwardana menambahkan, aplikasi Takesi juga menjadi ajang promosi para dokter hewan untuk dapat membuka praktik online, tetapi tidak dipungut biaya selama berkonsultasi melalui aplikasi. 

"Takesi kita rancang sebagai bentuk pengabdian para dokter hewan, konsultasi kesehatan hewan melalui aplikasi ini tidak dipungut biaya. Kecuali ada tindakan yang mengharuskan dokter turun ke lokasi dan harus dilakukan pengobatan, atau pemberian vaksin kemungkinan ada biaya yang dikenakan," jelasnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar