Jakarta, Indonesia | Saturday, 17-11-2018

NEWS UPDATE

Terbunuhnya Wartawan Jadi Pemicu Krisis Politik Slowakia

RWS | Minggu,11 Mar 2018 - 13:44:14 WIB

Demonstrasi warga Slowakia terkait kematian wartawan Jan Kuciak dan tunangannya/ foto ist.

CityPost – Pasca terbunuhnya wartawan Slowakia dan tunangannya yang ditengarai setelah membuat laporan investigasi terkait keberadaan Mafia Italia di Slowakia, kasus tersebut terus bergulir dan memblunder hingga memicu timbulnya krisis dinegara tersebut.

Sebanyak puluhan ribu warga turun kejalan menuntut kasus pembunuhan wartawan Slowakia dan tunangannya diselesaikan dan diungkap. Para demonstran juga menuntut dan menyerukan diadakannya pemilu baru seraya melampiaskan kemarahan mereka terhadap pemerintah.

Salah seorang demonstran, Miroslav Sputsova mengaku mereka semua bersatu karena marah atas peristiwa yang terjadi dan tidak adanya perhatian pemerintah atas kasus pembunuhan tersebut.

“Pemerintah harus turun. Jelas mereka semua bersatu, mereka hanya ingin mempertahankan kekuasaan mereka,” tegas demonstran didepan para pengunjuk rasa lainnya diwilayah Bratislava pada Jumat (9/3) lalu.

Diketahui, pembunuhan terhadap wartawan Jan Kuciak dan tunangannya Martina Lusnirova terjadi pada 25 Februari 2018. Peristiwa itu telah mengguncang seluruh wilayah Slowakia dan Eropa. Peristiwa itu juga memicu keprihatinan terkait kebebasan dan keselamatan pers pasca beberapa serangan terjadi dalam satu bulan ini.

Disebutkan Kuciak sebelum terbunuh tengah menulis laporan penipuan diantara perusahaan dan politisi Slowakia, termasuk orang-orang yang berhubungan dengan partai pemerintah Slowakia “Smer”. Dia mengaitkan korupsi tersebut ada kaitannya dengan komplotan mafia Italia “Ndrangheta”.

Kemudian mayat Kuciak dan Kusnirova ditemukan dalam apartemen mereka disebuah desa didekat Ibu Kota. Keduanya ditemukan dalam kondisi tertembak dan tewas dilokasi.

Disampaikan, kasus terbunuhnya Jan Kuciak saat ini menjadi pemicu terjadinya krisis politik di Slowakia. Bahkan Presiden Slowakia Andrej Kiska tengah menyerukan pemilu baru atau perombakan kabinet, tetapi Perdana Menteri Robert Fico menolak semua usulan presiden tersebut. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar