Jakarta, Indonesia | Monday, 15-10-2018

NEWS UPDATE

Terkait Perjanjian Nuklir, Iran Mulai Berikan Batas Waktu

RWS | Minggu,27 Mei 2018 - 21:20:44 WIB

Presiden Iran, Hassan Rouhani/Foto ist.

CityPost – Pemerintah Iran saat ini dikabarkan tengah memberikan batas waktu terkait perjanjian nuklir. Mereka berharap pihak Uni Eropa bisa mengupayakan langkah-langkah diakhir Mei sebagai bentuk kompensasi dari keluarnya Amerika Serikat dalam perjanjian Nuklir 2015.

Seorang pejabat Iran menyampaikan bahwa dalam beberapa minggu kedepan pihak Teheran akan memutuskan sikap apakah mereka akan bertahan atau keluar dari perjanjian nuklir tersebut. Hal itu disampaikan pada Jumat (25/5) lalu.

Dikabarnya, saat ini Kesepakatan 2015 antara Iran dan negara-negara dunia mencabut sanksi internasional atas Teheran sebagai imbalan untuk menyetujui pembatasan program nuklirnya. Pasca Presiden AS Donald Trump menarik diri, pihak Eropa tengah berupaya keras untuk menemukan cara agar pihak Iran tetap berada dalam kesepakatan dan tetap bisa menerima manfaat ekonomi.

Namun, kenyataan itu disebutkan sulit dicapai pasalnya banyak perusahaan-perusahaan Eropa yang takut terkena sanksi Amerika Serikat jika masih menjalin kerjasama bisnis dengan pihak Iran.

Sementara itu, sejumlah pejabat seperti Inggris, China, Perancis, Jerman dan Rusia kabarnya masih mengupayakan untuk menyempurnakannya bersama wakil Menteri Luar Negeri Iran Strategi untuk menyelamatkan kesepakatan dengan menjaga minyak dan investasi.

“Saya pribadi mungkin tidak optimis tetapi saya mencoba yang terbaik untuk sampai pada kesimpulan,” terang salah seorang pejabat senior Iran kepada awak media. Seperti yang dilansir melalui reuters.

Saat ini disebutkan sejumlah pemimpin Uni Eropa tengah bersatu dalam kesepakatan itu bersama Belgia kemudian melakukan langkah-langkah, salah satunya melarang sejumlah perusahaan yang berbasis di Uni Eropa untuk tidak mematuhi sanksi AS, selain itu juga diminta untuk mentransfer uang kepada Bank Iran untuk menghindari denda.

“Kami mengharapkan paket (ekonomi) untuk diberikan kepada kami pada akhir Mei. Saya minta maaf untuk mengatakan bahwa kami belum (melihat) Plan B. Rencana B baru saja mulai diketahui,” ujar pejabat Iran. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar