Jakarta, Indonesia | Thursday, 19-07-2018

NEWS UPDATE

Tik Tok Berpotensi Membuat Konten Mendidik

GRY | Senin,09 Jul 2018 - 17:40:46 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Pimpinan dan tim Tik Tok mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Pribudiarta N. Sitepu belum lama ini untuk memahami sudut pandang kementerian tentang kreativitas anak-anak di dunia digital, sekaligus upaya melindungi mereka.

Hal utama yang dibahas adalah mengenai mempromosikan konten mendidik dan positif melalui internet, serta mendorong perkembangan perempuan dan anak-anak.

Terlepas dari kritikan terhadap aplikasi tersebut, Kementerian PPPA dan Tik Tok menyadari potensi Tik Tok untuk membuat dan mempromosikan konten yang mendidik.

Tik Tok dan Kementerian PPPA juga mendiskusikan beberapa potensi kolaborasi seperti peluncuran kampanye dalam rangka Hari Anak Nasional di pertengahan bulan ini.

Caranya dengan menggunakan kemampuan machine learning untuk menghadirkan konten yang sesuai, sekaligus program edukasi bagi orang tua untuk menyebarkan penggunaan internet sehat.

Meskipun akan bekerja sama, Pribudiarta menegaskan bahwa semua platform digital di Indonesia harus tetap mematuhi regulasi yang ada.

"Kementerian PPPA sudah memiliki undang-undang yang mengatur konten ramah anak, sehingga aplikasi atau platform digital yang menjangkau Indonesia harus mengikuti hukum tersebut," tutur Pribudiarta, seperti dikutip dari keterangan resminya, Minggu (8/7/18).

Oleh sebab itu, Pribudiarta  berharap Tik Tok dapat membuktikan komitmennya di Indonesia dengan menyuguhkan konten positif.

"Tik Tok diharapkan berkomitmen dalam perlindungan anak dengan memberikan batasan-batasan dan aturan yang jelas terkait hal tersebut. Tik Tok juga harus bisa menjadi mitra pemerintah untuk menyebarkan dan mengedukasi masyarakat Indonesia tentang konten positif agar bisa menjadi contoh bagi platform lainnya," jelasnya.

SVP Bytedance, Zhen Liu, mengatakan pihaknya memiliki komitmen kuat untuk mempromosikan pesan mendidik kepada perempuan dan anak-anak di Indonesia. Oleh sebab itu, ia pun menyambut baik pesan Kementerian PPPA.

"Tik Tok berkomitmen mengembangkan standar industri, serta memperkuat keamanan online di Indonesia. Kami ingin turut membantu membuat pengalaman internet yang baik dan positif, serta mendukung kreasi konten berkualitas tinggi di platform yang kami miliki," ujar Liu.

Tik Tok atau dikenal dengan nama Douyin merupakan aplikasi video musik dan jejaring sosial asal Tiongkok.

Induk usaha Tik Tok, Bytedance Technology, membeli platform populer serupa lainnya dari Tiongkok, Musical.ly, pada November 2017.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), memblokir aplikasi Tik Tok karena dinilai memiliki banyak konten negatif, yang tidak sesuai untuk pengguna anak-anak.

Aplikasi video musik berdurasi 15 detik itu ternyata tak hanya mengalami masalah di Indonesia, tapi juga di Hong Kong.

Perbedaannya, masalah utama Tik Tok di Hong Kong bukan soal konten negatif, melainkan isu keamanan privasi data pengguna. Masalah ini terkuak setelah hasil investigasi menemukan ratusan data pengguna anak-anak di bawah usia sembilan tahun terekspos ke publik.

Selain itu, investigasi juga mengungkapkan ada beberapa video anak-anak yang menjurus ke konten pornografi. Jika konten ini terus berkeliaran, pengguna dewasa pasti akan memanfaatkan aplikasi ini untuk mencari korban pengguna perempuan. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar