Jakarta, Indonesia | Wednesday, 23-01-2019

NEWS UPDATE

Tokoh Timur Leste Angkat Bicara Terkait Pemberontak Papua

RWS | Rabu,09 Jan 2019 - 07:42:56 WIB

Mantan Presiden Timor Leste Ramos Horta/foto ist

CityPost – Mantan Presiden Timor Leste Ramos Horta saat ini tengah menyerukan saran kepada pemerintah Republik Indonesia untuk membuka ruang dialog dengan kelompok gerakan kemerdekaan Papua agar konfil dan pemberontakan mereka yang terjadi selama puluhan tahun bisa diakhiri.

Diketahui, Ramos Horta selaku penerima nobel perdamaian pada 1996 lalu menegaskan bahwa masa depan Papua ada bersama Indonesia dan bukan sebagai negara yang terpisah.

“Bicaralah dengan orang Papua, OPM (Organisasi Papua Merdeka), tetapi sebagai saudara Indonesia. Orang-orang Papua, mereka harus merasa bahwa pemerintah orang-orang di Jawa, benar-benar peduli pada mereka, ” tegas Ramos saat diwawancara oleh media Miami Herald pada Selasa (8/1) kemarin.

Diketahui, konflik yang terjadi antara kelompok OPM dengan pemerintah Republik Indonesia terjadi kembali pada bulan lalu, dimana saat itu separatis bersenjata yang berada diwilayah Nduga melakukan serangan hingga menewaskan sebanyak 17 orang pekerja di lokasi pembangunan jalan raya trans Papua.

Jalan Trans Papua itu sendiri merupakan bagian penting dari upaya pemerintah Indonesia dibawah komando Presiden Joko Widodo agar pembangunan diwilayah miskin Papua bisa tergapai.

Namun, sayangnya pihak pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam-red) Wiranto kabarnya telah menolak saran untuk membuka pembicaraan dan pemerintah menolak berbicara dengan pemberontak.

Sementara itu, menanggapi yang terjadi di Nduga, Ramos Horta mengatakan  adanya upaya menahan diri perlu dilakukan dari kedua belah sisi dan serangan terhadap warga sipil yang dilancarkan pemberontak juga harus dihentikan. Selain itu tentara Indonesia juga harus menahan diri untuk tidak melakukan serangan.

Ramos mengatakan, kontrol Indonesia atau Papua diresmikan pada 1969 dengan referendum yang dikenal sebagai Act of Free Choice. Menurutnya, situasi di Papua tidak sebanding dengan perjuangan kemerdekaan Timor Leste dan tidak ada peran bagi Amerika Serikat dalam konflik tersebut.

Disebutkan oleh Ramos Horta, Timor Timur merupakan koloni Portugis selama lebih dari 400 tahun sebelum Indonesia menginvasi pada 1975, sementara itu Papua adalah bagian dari kerajaan Hindia Belanda yang menjadi basisnya untuk perbatasan Indonesia Modern.

Ramos sendiri meyakini Republik Indonesia mampu menyelesaikan konflik  Papua dan akan mengedepankan dialog nantinya sebagai solusi penyelesaian. Seperti yang dilansir melalui republika. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar