Jakarta, Indonesia | Wednesday, 23-01-2019

NEWS UPDATE

Transformasi Kebun Raya Bogor Sejak 1817

Redaksi CityPost | Kamis,18 Mei 2017 - 12:12:59 WIB

Kebun Raya Bogor.foto.ist

Bogor, CityPost - Kebun Raya Bogor (KRB) memasuki usia 200 tahun atau tepat dua abad hari ini, Kamis (18/5/17). Kasubag Kerjasama dan Informasi Kebun Raya Bogor-LIPI, Roniati A Risna memaparkan sejarah KRB "Aawlnya ini adalah taman belakang dari Kantor Gubernur Hindia Belanda (Buitenzorg) yang pada tahun 1817 bertransformasi menjadi KRB yang kinu menjadi pusat perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia yang sudah berkembang ke sejumlah wilayah di Indonesia," kata Roniati. Pada tanggal 15 April 1817 Prof C.G.C, Reinwardt seorang botanis berkebangsaan Jerman mengusulkan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia G.A.G.P Baron van der Capellen untuk mendirikan Kebun Botani sebagai lokasi penelitian. "Awalnya KRB dijadikan sebagai lokasi penelitian dan pengembangan tanaman bernilai ekonomi serta tanaman endemik Nusantara," jelas Roniati. Kemudian, usulan Reinwardt dipenuhi oleh Capellen dengan memberikan sebidang tanah di halaman belakang Kantor Gubernur Hindia Belanda yang ada di Bogor. Sehingga, pada 18 Mei 1817 dilakukan pemancangan patok pertama yang dilaksanakan Reinwardt, dibantu oleh James Hooper dan W. Kent kurator Kebun Raya Kew dari Inggris.  Tanggal tersebut menandai berdirinya Kebun Raya Bogor yang dilakukan oleh Dr Carl Ludwig Blume selaku direktur yang baru. Sebagai langkah awal, blume melakukan inventarisasi koleksi tumbuhan yang ada di kebun, menyusun katalog kebun yang pertama dan berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (spesie) tumbuhan. Seiring berjalannya waktu, Kebun Raya Bogor mengalami beberapa kali perubahan nama mulai dari Islands Plantentuin te Buitenzorg pada era Direktur Reinwardt 1817-1822 sampai Direktur Melchior Treub 1880-1910. Selanjutnya nama Kebun Raya menjadi Botanisch Tuin te Buitenzorg dimana H J Wigman 1893-1921 dan PMW Dakus 1921-1942 menjabat sebagai kepalanya. "Saat Sudjana Kassan menjabat, nama Kebun Raya menjadi Hortus Botanicus Bogoriensis. Sudjana orang pribumi pertama yang menjabat kepala kebun raya," papar Roniati. Saat ini Kebun Raya Bogor merupakan salah satu satuan kerja di bawah LIPI, bersama empat kebun raya lainnya yakni Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, Kebun Raya "Eka Karya" Bali serta Cibinong Science Center - Botani Garden (CSC-BG). "Kebun raya memiliki lima fungsi yakni sebagai pusat konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan lingkungan, wisata dan jasa lingkungan," imbuhnya. Puncak peringatan dua abad KRB dihadiri Presiden kelima RI Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia. Didampingi Kepala Staf Kepresidenan RI, Teten Masduki yang mewakili Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir. Acara ini juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudi Antara, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Kepala LIPI Prof Iskandar Zulkarnain, duta desa dari sejumlah negara seperti Jepang, Belanda, dan Jerman. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar