Jakarta, Indonesia | Wednesday, 25-04-2018

NEWS UPDATE

Tujuh Bahasa Daerah di Maluku Sudah Punah

AL | Rabu,14 Feb 2018 - 14:38:53 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Ambon, CityPost - Provinsi Maluku memiliki 48 bahasa daerah. Namun, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku, Asif mengatakan tujuh diantaranya telah punah yaitu bahasa Kayeli, Palumata, Moksela, Hukumina  dari Kabupaten Buru, bahasa Piru dari Kabupaten Seram Bagian Barat, bahasa Loon atau Loun dari Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah serta bahasa daerah  di sekitar Pulau Ambon.

"Bahasa di Kabupaten Maluku Tengah semuanya berstatus terancam punah, tidak ada satupun bahasa yang berstatus aman, karena pengaruh melayu Ambon, ataupun bahasa Indonesia yang kuat, belum lagi yang terbaru di teluk Elpaputih Kabupaten Maluku Tengah, Suru di Selam Bagian Timur (SBT) telah hilang, ditambah bahasa di pulau Buru," ujarnya di Ambon, Rabu (14/2/18).

Menurut Asif, banyak faktor yang menyebabkan kepunahan bahasa Maluku, seperti pelarangan penggunaan bahasa itu di lembaga pendidikan, perpindahan penduduk akibat bencana alam, serta penggunaan bahasa Melayu Ambon yang mengakibatkan peralihan bahasa. Ia menambahkan, pergeseran nilai budaya di masyarakat juga bepontensi membuat bahasa daerah punah, yaitu adanya anggapan bahwa pemakaian bahasa daerah disebut-sebut kampungan, khususnya bagi generasi muda.

"Anak muda asli atau keturunan Maluku yang menggunakan bahasa Maluku dibully. Itu yang membuat mereka tak memakai bahasa daerah," katanya.

Arif mengingatkan, seharusnya anak muda Maluku mengetahui dan melestarikan bahasa daerah, karena semua budaya terumpun dalam bahasa.

"Menjadi pelsetari budaya yang tertinggi adalah perawat bahasa, harusnya anak muda Maluku memahami pentingnya merawat bahasa daerah. Dengan tetap menggunakan bahasa daerha, berarti kita telah merawat bahasa daerah dan menghormati leluhur," tuturnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar