Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

Tunangan Mendiang Khashoggi Sampaikan Kesedihan

RWS | Jumat,09 Nov 2018 - 17:44:05 WIB

Jamal Khashoggi dan Hatice Cengiz.foto.ist

Ankara, CityPost - Hatice Cengiz, tunangan mendiang wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi menyampaikan kesedihannya pada Kamis (8/11/18) saat mendengar laporan terkini mengenai pembunuhan calon suaminya itu.

"Saya tak bisa menyampaikan kesedihan saya saat mengetahui mengenai penghancuran tubuhmu Jamal! Mereka membunuhmu dan memotong tubuhmu, merampas dari saya dan keluargamu untuk melaksanakan doa pemakamanmu dan memakamkan kamu di Madinah seperti keinginan (kamu).Para pembunuh ini dan mereka yang berada di belakangnya... apakah mereka ini manusia? Ya Tuhan!" tulis Cengiz di satu postingan di akun Twitternya, sebagaimana dikutip kantor berita Anadolu

Khashoggi yang merupakan warga negara Arab Saudi dan kolumnis The Washington Post, dibunuh pada 2 Oktober 2018, setelah ia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Kantor Jaksa Istanbul mengatakan, Khashoggi dibunung dengan cara dicekik dan kemudian dimutilas. Setelah mengumumkan Khashoggi terbunuh, Arab Saudi belum mengungkapkan di mana jenazah Khashoggi berada.

Seorang pegiat hak asasi manusia dan wartawan Mesir, Osama Gaweesh mengungkapkan, hampir 40 hari sejak kematian Khashoggi, tekanan atas Pemerintah Arab Saudi harus terus dilakukan agar apa yang terjadi pada Jamal Khashoggi dapat terungkap, kata seorang pegiat hak asasi manusia dan wartawan Mesir.

"Sebenarnya setelah hampir 40 hari, kelihatannya masyarakat internasional telah melupakan pembunuhan Jamal Khashoggi. Sebagaimana kita saksikan, berita mengenai Jamal bergerak dari berita sela jadi berita rutin sehari-hari, dan itulah yang diinginkan Arab Saudi, mereka memerlukan waktu, dan ini adalah taruhan buruk mereka," ujar Gaweesh, kepada kantor berita Anadolu.

Gaweesh menambahkan bahwa ia percaya para wartawab dan aktifis tak akan pernah melupakan peristuwa yang menimpah Khashoggi.

"Kita tak pernah melupakannya dan kita harus terus menekan Arab Saudi melalui media, demonstrasi, dan menuntut jawaban untuk tiga pertanyaan: Di mana jenazahnya? Siapa yang memberi perintah? dan Siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan ini?" katanya.

Sementara Gaweesh menuntut jawaban, seorang wartawati Jerma bernama Katrin Pribyl menyebut pembunuhan itu tidak dilupakan sama sekali.

"Dunia masih terkejut oleh tindakan brutal yang dilaporkan dan juga kurangnya keterangan yang diberikan oleh Arab Saudi. Pertanyaan tak boleh berhenti sampai semua orang mendapat jawaban. Kelihatannya Arab Saudi benar-benar meremehkan kemarahan seluruh dunia, yang dipicu oleh pembunuhan Khashoggi," ujarnya. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar