Jakarta, Indonesia | Tuesday, 23-10-2018

NEWS UPDATE

UKM Asian Games Siasati Kendala Produksi

AL | Rabu,30 Mei 2018 - 19:56:41 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Para Pelaku usaha kecil dan menengah pemegang lisensi cindera mata resmi Asian Games 2018 mengungkapkan  waktu produksi yang mepet dengan penyelenggaraan menyusul libur Lebaran menjadi kendala bagi mereka. 

Pemilik produk sepatu Brodo, Yukka, mengungkapkan Brodo menargetkan 2.000 hingga 5.000 produk terkait Asian Games 2018

"Produksi sepatu model baru itu butuh waktu 90 hari minimal. Sekarang sudah masuk Ramadhan dan sebentar lagi akan libur lebaran. Para pekerja akan masuk beberapa pekan setelah Lebaran. Kami harap kami tetap bisa menjual produk Asian Games setelah penyelenggaraan" katanya dalam jumpa pers Asian Games 2018, di Jakarta, Rabu (30/5/18).

Sedangkan, pemilik kerajinan anyaman Du`Anyam, Melia Winata, mengaku pihaknya terkendala proses produksi jenis barang baru selain waktu produksi.

"Kami harus menyiasati agar ibu-ibu yang membuat anyaman dapat memproduksi jenis barang baru yang mempunyai nilai tambah. Kami menargetkan produksi 30.000 jenis barang dalam Asian Games," kata Melia," ujarnya.

Perwakilan perusahaan tekstil Sritex Solo, Ilham, mengungkapkan tantangan produksi suvenir Asian Games adalah desain dan jenis barang yang dapat diserap masyarakat dengan cepat.<br />

"Kami tidak dapat memproduksi barang dengan harga terlalu tinggi tapi juga bukan barang dengan kualitas rendah," katanya.

Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir, menjelaskan 15 dari 17 pemegang lisensi produk suvenir Asian Games 2018 adalah pelaku usaha dan perusahaan dalam negeri. Nantinya, hasil semua kegiatan penjualan itu akan diaudit Badan Pemeriksa Keuangan sehingga kami baru dapat melihat jumlah penjualan seusai penyelenggaraan,&quot; kata dia tentang dampak ekonomi penjualan cindera mata Asian Games 2018

Direktur Pengelola Suvenir INASGOC, Mochtar Sarman, menambahkan, nilai pembayaran royalti lisensi Asian Games 2018 berbeda-beda untuk setiap kategori produk suvenir. Jumlah royalti yang harus dibayarkan tergantung kualitas produk dan kredibilitas pelaku usaha. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar