Jakarta, Indonesia | Saturday, 21-07-2018

NEWS UPDATE

UNHAS Ikut "World Urban Forum" di Kuala Lumpur

AL | Kamis,08 Feb 2018 - 12:42:04 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Makassar, CityPost - Universitas Hasanuddin (UNHAS) ikut berpartisipasi dalam World Urban Forum (WUF) Ke-9 di Kuala Lumpur, Malaysia, 7-13 Februari 2018 yang diselenggarakan United Nations-Habitat bekerjasama dengan pemerintah Malaysia.

Kepala Unit Pelaksana Teknik (UPT) Pengembangan dan Pengelolaan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) UNHAS, Hasrullah mengatakan partisipasi UNHAS dalam WUF ke-9 tidak terlepas dari kerjasama Kementerian PUPR dan Program KKN Infrastruktur UNHAS yang memberikan kepada kepercayaan kepada pihaknya untuk kegiatan yang diikuti 193 negara ini 

"Keikutsertaan UNHAS dalam WUF ke-9 ini merupakan respon dari Rektor  yang mempunyai komitmen untuk hadir pada event dunia ini," ujarnya di Makasaar, Kamis (8/2/18).

Hasrullah menuturkan Rektor UNHAS Dwia Aries Tina Pulubuh  memberikan mandat kepadanya untuk mengikuti Pameran dan Diskusi tentang Urban pada level Internasional itu dengan didampingi M Yahya Siradjuddin selaku Penanggung Jawab KKN Infrastruktur PUPR. Ia menjelaskan, WUF merupakan sarana pertemuan anggota-anggota PBB and Uni Eropa untuk membahas isu-isu terkait pembangunan perkotaan dengan mengundang berbagai stakeholder terkait pembangunan perkotaan dari negara-negara anggota PBB. Adapun tema WUF ke-9 adalah "Cities 2030, Cities for all: Implementing the New Urban Agenda" yang  membahas isu-isu urbanisasi dan dampaknya terhadap masyarakat, perkotaan, perekonomian, perubahan iklim, serta kebijakan pembangunan perkotaan.

"Tujuan WUF ke-9 ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan dampak positif dari urbanisasi yang berkelanjutan di antara para pemangku kepentingan perkotaan, Meningkatkan pengetahuan dalam membangunan kota-kota yang berkelanjutan melalui debat terbuka," katanya.

Selain UNHAS, WUF ke-9 ini juga dihadiri perwaklian Indonesia lainnya, termasuk Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Instansi, Organisasi Non-Pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar