Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

UPK Monas keluarkan Kartu Kontrol Antrean

FAN | Jumat,09 Nov 2018 - 19:25:53 WIB

Monumen Nasional, Jakarta .foto.ist

Jakarta, CityPost - Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas sudah mengeluarkan kartu kontrol antrean untuk mencegah antrean yang mengular ke puncak Monumen Nasional (Monas).

Staf Pelayanan UPK Monas Nursamin mengatakan, kartu kontrol antrean ini baru berjalan satu bulan, atas inspeksi mendadak (sidak) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Agustus 2018. Dalam sidak tersebut, Anies mengimbau agar antrean pengunjung yang menuju ke puncak Monas lebih terkontrol dan tidak mengantre panjang, apalagi kapasitas muatan lift terbatas.

"Selama ini tidak terkontrol mana pengunjung yang datang lebih dulu, ada pengunjung yang baru datang tapi dia sudah naik lift, ada yang sudah mengantre lama tapi belum juga naik lift," ujar Nursamin yang ditemui di kantor pengelola UPK Monas, Jakarta, Jum`at (9/11/18).

Petugas tiket UPK Monas mengetakan, sejak adanya kartu kontrol antrean, pengunjung yang mengantre lift menuju puncak Monas jauh lebih terkontrol, antrean juga tidak mengular seperti dulu sehingga pengunjung dapat mengestimasi kapan mereka akan naik lift ke puncak Monas. Ia menjelaskan, kartu kontrol antrean ke puncak Monas dibedakan berdasarkan warnanya. Untuk pukul 08.00-09.00 WIB diberi kartu warna merah, pukul 09.00-10.00 WIB jingga, pukul 10.00-11.00 WIB kuning, pukul 11.00-12.00 WIB hijau, pukul 12.00-13.00 WIB biru, pukul 13.00-14.00 WIB merah muda, pukul 14.00-15.00 WIB ungu, pukul 14.00-15.00 WIB warna coklat, pukul 15.00-16.00 WIB kartu warna putih.

"Apabila pengunjung yang mengantre lift menuju puncak Monas dipanggil tidak ada, maka mereka harus menunggu pada antrean jam selanjutnya," ujar Rahmani.

Monas yang menjadi Ikonik Ibu Kota Jakarta ini bisa didatangi pengunjung hingga 20.000 orang perhari saat hari kerja dan 40.000 orang pada akhir pekan. UPK Monas mencatat, tahun 2017 lalu ada total 1,7 juta pengunjung yang masuk ke Tugu Monas. Sementara tahun ini sampai 31 Oktober 2018 sudah 1,5 juta, estimasi naik menjadi 1,8 juta diakhir tahun. (FAN/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar