Jakarta, Indonesia | Wednesday, 23-01-2019

NEWS UPDATE

UU Tanah Yahudi Dikecam Indonesia

RWS | Selasa,24 Jul 2018 - 03:00:49 WIB

Menlu Indonesia Retno Marsudi/foto ist

CityPost – Pemerintah Indonesia saat ini menegaskan bahwa pihaknya mengecam terkait Undang-Undang Tanah Yahudi yang baru-baru ini disahkan oleh Parlemen Israel pada Kamis (19/7) lalu. Pernyataan sikap Indonesia ini disampaikan oleh Menteri Luar Negerinya Retno Marsudi.

Sikap Indonesia terkait UU Tanah Yahudi disampaikan usai Menlu Retno melakukan pertemuan bilateral bersama Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta pada Senin (23/7) kemarin.

“Saya ingin membahas tentang pernyataan mengenai Jewish Statement Law pada tanggal 19 Juli 2018 oleh Parlemen Israel. Disahkannya Undang-Undang (Tanah Yahudi) tersebut telah menafikan hak-hak warga Palestina di Israel,” tegas Retno.

Retno mengatakan ada istilah “negara bangsa Yahudi” dalam Undang-Undang Tanah Yahudi yang disahkan Parlemen Israel. UU ini dianggap membuat tanah Israel sebagai tanah air historikal dari orang-orang Yahudi dan hak untuk melaksanakan penentuan nasib sendiri nasional dinegara Israel adalah unik untuk orang-orang Yahudi.

Disebutkan UU itu juga menyebutkan bahwa bahasa Ibrani sebagai bahasa resmi dan menurunkan peringkat Arab yang hanya dijadikan sebagai status khusus. Bahkan melalui UU itu, Israel menganggap pemukiman Yahudi sebagai nilai nasional dan akan bertindak melalui dorongan promosi dan konsolidasi lanjutan. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar