Jakarta, Indonesia | Wednesday, 15-08-2018

NEWS UPDATE

Vonis Untuk Irman-Sugiharto Atas Kasus KTP-e Jadi 15 Tahun

AL | Jumat,20 Apr 2018 - 11:05:33 WIB

Terdakwa kasus korupsi dan suap proyek pengadaan KTP-el, mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman dan mantan Direktur PIAK Kemendagri, Sugiharto.foto.ist

Jakarta, CityPost - Majelis kasasi Mahkamah Agung (MA) telah memperberat vonis hukuman terhadap dua terdakwa kasus korupsi dan suap proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis pusat data tunggal nasional secara elektronik (KTP-el), yaitu mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Kemendagri Sugiharto menjadi masing-masing 15 tahun penjara.

"Perkara No 430K/Pidsus/2018 putus kemarin Rabu, 18 April 2018, untuk kedua terdakwa, dipidana masing-masing 15 tahun dan denda masing-masing Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan," ungkap juru bicara MA Suhadi di Jakarta, Kamis (19/4/18).

Suhadi menjelaskan, putusan itu jauh lebih berat dibanding putusan pengadilan tingkat pertama Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Pengadilan Tinggi (PT) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta terkait keterlibatan kedua terpidana dalam kasus korupsi dan suap proyek pengadaan KTP-el.

"Uang pengganti terdakwa 1 Irman diwajibkan membayar USD 500 ribu dan Rp1 miliar dikurangi uang yang sudah dikembalikan ke KPK sebesar USD 300 ribu subsider 5 tahun penjara. Sedangkan, terdakwa 2 Sugiharto diwajibkan membayar uang pengganti sebesar USD 450 ribu ditambah Rp 460 juta dikompensasi dengan uang yang sudah dikembalikan ke KPK sebesar USD 430 ribu ditambah 1 unit Honda Jazz sebesar Rp 150 juta subsider 2 tahun kurungan.

Sebelumnya, PT DKI Jakarta memvonis Irman dengan hukuman penjara selama 7 tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan ditambah uang penganti terdakwa I Irman sebesar USD 300 ribu, USD 200 ribu, dan Rp 1 miliar dikurangi dengan yang sudah dikembalikan kepada KPK sebesar USD 300 ribu subsider 2 tahun penjara. Sedangkan, Sugiharto divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan dan kewajiban membayar uang pengganti sebesar USD 450 ribu dan Rp460 juta dikurangi dengan yang sudah dikembalikan ke KPK sebesar USD 430 ribu  dan harta benda berupa 1 unit kendaraan roda empat honda Jazz senilai Rp 150 juta subsider 1 tahun penjara.

Suhadi mengungkapkan, Kasasi MK tersebut diputus oleh Artijdo Alkostar sebagai ketua majelis, anggota majelis yaitu Latif dan MS Lumme. Namun, ia belum bisa menjelaskan pertimbangan majelis hakim kasasi hingga sampai pada vonis tersebut.

"Nanti lihat di internet kalau sudah selesai. Ini baru garis besar amar," katanya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar