Jakarta, Indonesia | Monday, 21-05-2018

NEWS UPDATE

Wamen ESDM Bela Pertamina Terkait Tumpahan Minyak

RWS | Selasa,17 Apr 2018 - 19:29:15 WIB

Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar/ foto ist.

Jakarta, CityPost –  Menyikapi permasalahan tumpahan minyak Pertamina di Teluk Balikpapan saat ini dikabarkan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak sejalan dengan Kementerian ESDM.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menuding ada kelalaian Pertamina dalam mengawasi pipa-pipa mereka hingga menyebabkan tumpahnya minyak dan mencemari kawasan Teluk  Balikpapan, sementara itu ESDM menyebutkan pipa-pipa Pertamina sudah baik.

Hal itu disampaikan olrh Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar yang ditengarai tengah membela pihak Pertamina  dengan menyebutkan bahwa dalam kajian Kementerian ESDM pipa Pertamina masih latak beroperasi.

Menurut Archandra, merunut standar kualifikasi pipa, pipa Pertamina masuk dalam standar ANSI B 31,4. Dia melihat dari sisi tersebut bahwa pipa tersebut memiliki kualitas yang baik.

“Pipa Pertamina masih layak operasi, layak operasi. Instalasi kilang RU V juga sudah ditetapkan objek vital nasional,” terang Archandra di Senayan, Jakarta pada Senin (16/4) kemarin.

Menurut Archandra Tahar, pipa Pertamina itu sudah terstandarisasi operasi 500 meter samping sisi pipa yang merupakan wilayah yang semestinya tidak dilalui oleh kapal. Jadi mestinya tidak ada kapal yang boleh lewat tegas Archandra.

Untuk permasalahan tersebut, Archandra sendiri  mengaku kasus tersebut bisa selesai diinvestigasi artinya pihak pemerintah dan Pertamina bisa mengetahui siapa yang harus bertanggung jawab atas kasus tersebut.

“Semoga tim investigasi bisa melakukan investasi secara cepat,s ehingga bisa segera menetapkan siapa yang salah,” tukasnya.

Diketahui, tumpahan minyak Pertamina di Teluk Balikpapan terjadi karena patahnya pipa milik Pertamina tersebut. Patahan itu menurut Kementerian Perhubungan terjadi akibat adanya jangkar kapal yang melorot hingga merusak pipa. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar