Jakarta, Indonesia | Saturday, 17-11-2018

NEWS UPDATE

Wanita Indonesia Terpilih Jadi Pejabat ESCAP PBB

RWS | Minggu,16 Sept 2018 - 11:51:02 WIB

Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (ESCAP) Prof. Armida Alisjahbana/foto ist

CityPost – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres saat ini tengah mempercayai jabatan strategis sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (ESCAP) kepada seorang perempuan Indonesia yang selama ini dikenal sebagai Profesor di Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran bandung, Jawa Barat.

Armida Alisjahbana, seorang wanita kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1960 ini merupakan salah satu wanita dari sekian banyak orang lainnya yang berhasil masuk dan terpilih untuk menduduki jabatan luar biasa di PBB.

Armida sendiri akan menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif ESCAPE menggantikan Shamshad Akhtar yang berasal dari Pakistan. Sebelumnya pada dua tahun silam, Armida pernah diangkat menjadi Direktur Pusat Studi Tujuan Pembangunan Berkesinambungan di Universitas yang sama, dia pernah menjadi wakil ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, anggota dewan pengurus Institut Penelitian Ekonomi untuk ASEAN dan Asia Timur (ERIA), anggota Forum Masyarakat Statistik dan sejumlah jabatan lainnya di organisasi ternama lainnya.

Kepiawaian Armida dalam ekonomi sudah dikenal sejak dirinya menjabat sebagai Kepala Bappenas ditahun 2009-2014 sekaligus saat itu mengepalai Global Partnersip for  Effective Development Cooperation selama dua tahun sejak 2012-2014.

Sebagai ekonom Indonesia, Armida juga pernah menjabat sebagai Gubernur Pengganti di Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia, hingga akhirnya pada 2016 sosoknya terpilih menjadi anggota tim independen untuk mendukung dialog ECOSOC.

Banyak analis yang menilai jabatan strategis di PBB sesuai untuk Armida Alisjahbana pasalnya dia selalu aktif dan piawai diberbagai bidang yang digelutinya seperti, United Nations University/Institute for Advanced Study di Tokyo, Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Australian Agency for International Development AUSAID, Komisi Eropa dan Organisasi Buruh Internasional atau yang dikenal dengan ILO. (RWS/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar