Jakarta, Indonesia | Tuesday, 25-09-2018

NEWS UPDATE

Warga Korban Banjir Antusias ke TPS Naik Perahu Karet

AL | Kamis,28 Jun 2018 - 14:39:08 WIB

Warga Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kendari, Sulawesi Tenggara yang menjadi korban banjir menuju TPS 08 naik perahu karet untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara. pada Rabu (27/6/18).foto.ist

Kendari, CityPost - Bencana banjir tak menghalangi antusias warga Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kendari, Sulawesi Tenggara untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara. pada Rabu (27/6/18). 

Ratusan warga yang menjadi korban banjir di sungai Wanggu datang ke TPS dengan menggunakan perahu karet yang disiapkan oleh tim gabungan penanggulangan bencana, antusias mendatangi TPS untuk menyalurkan hak pilihnya dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara. Mereka mencoblos menggunakan KTP-EL karena formulir C-6 telah hilang terbawa banjir

Warga di RT 13 RW 06 Lorong Wanggu merupakan korban banjir yang bertahan di dalam lorong dan mengungsi di Masjid At Taubah, sekitar satu kilometer dari depan Lorong Wanggu. Mereka harus menaiki perahu karet untuk menuju tempat pemungutan suara (TPS) yang bertempat di luar lorong, tepatnya tenda darurat yang merupakan satu-satunya TPS di lokasi itu.

Anggota KPU Provinsi Sulawesi Tenggara Ade Suerani mengatakan, pihaknya memberikan perlakuan khusus untuk pemilih yang menjadi korban banjir di Kendari. "Mereka yang berada di lokasi pengungsian dijemput dengan perahu karet milik tim penanggulangan bencana yang telah disiagakan," ujarnya.

Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Iriyanto menerangkan, dipastikan seluruh warga korban banjir telah menyalurkan hak pilihnya di TPS darurat tersebut.Tercatat 360 warga yang masuk dalam DPT di TPS 8 Lepo-lepo.

"Tim yang kita turunkan di lokasi banjir ini merupakan personel gabungan dari kesatuan Pol Air, Shabara, dan Brimob. Jumlahnya mencapai 100 personel dan ini akan terus disiagakan sampai kondisi banjir telah surut," katanya.

Warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) menyalurkan hak pilihnya Pilgub Sulawesi Tenggara, walaupun mereka berada di tenda pengungsian. Tercatat 360 warga yang masuk dalam DPT di TPS 8 Lepo-lepo yang terbuat dari tenda pengungsi milik Kementerian Sosial yang didirikan petugas KPPS setempat. Di lokasi banjir itu, 100 anggota kepolisian disiagakan untuk mobilisasi perahu karet dan juga mengamankan lokasi tersebut. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar