Jakarta, Indonesia | Friday, 25-05-2018

NEWS UPDATE

Warga Rusia Tolak Pemblokiran Telegram

GRY | Senin,14 Mei 2018 - 20:36:30 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Moskow, CityPost - Ratusan orang berkumpul di Moskow untuk memprotes pemblokiran Telegram di Rusia. Massa menuntut pemerintah Rusia untuk membatalkan pemblokiran Telegram yang telah diblokir sejak bulan lalu dan meneriakkan slogan anti pemerintah dan membawa spanduk berisi pesan anti sensor internet. 

"Pihak berwajib ingin mengambil pesan rahasia milik kita, kehidupan pribadi kita", teriak Mantan Perdana Menteri Rusia dan politisi oposisi, Mikhail Kasyanov, seperti dikutip dari Reuters Senin (14/5/18).

Selain itu, massa juga menerbangkan pesawat-pesawat yang terbuat dari kertas yang menyerupai simbol Telegram. Sekitar 20 orang demonstran ditahan oleh pihak berwajib, menurut kelompok hak asasi manusia OVD-info.

Sejak bulan lalu, pemerintah Rusia melalui Roskomnadzor, lembaga nasional yang bertanggung jawab dalam sektor komunikasi dan media massa, memang telah melakukan sejumlah upaya untuk benar-benar
menghapus aplikasi buatan Pavel Durov tersebut dari peredaran. 

Awalnya, mereka telah membatasi akses bagi para user terhadap Telegram. Kemudian, mereka meminta Google dan Apple untuk menghapus Telegram dari platform toko aplikasi milik keduanya. Bahkan, Roskomnadzor sampai memblok sekitar 15,8 juta alamat IP pada Google Cloud dan Amazon Web Service yang ditengarai digunakan Telegram. Hal tersebut menyebabkan sejumlah platform online lain seperti Spotify dan Google menjadi terganggu.

Roskomnadzor tidak menyebutkan siapa saja penyedia layanan VPN dan semacamnya yang diblokir. Meski begitu, APK Mirror menjadi salah satu target dari lembaga tersebut. Hal ini tampak dari sebuah cuitan yang diunggah oleh penyedia distribusi dan pemasangan aplikasi untuk perangkat berbasis Android tersebut.

"Pemerintah Rusia telah meminta kami untuk berhenti menyediakan APK untuk Telegram bagi user di Rusia," tulisnya.

Selain itu, upaya Roskomnandzor kali ini juga seakan menjadi jawaban dari ucapan Durov yang mengaku bahwa para pengguna Telegram di Rusia masih dapat mengakses aplikasi tersebut. Hal ini dikarenakan, sebagaimana diakui olehnya, para user memanfaatkan layanan proxy dan VPN agar masih bisa mendapatkan akses menuju Telegram. (GRY/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar