Jakarta, Indonesia | Monday, 20-08-2018

NEWS UPDATE

Wijaya, Mahasiswa Termuda Yang Diterima di UGM

FAN | Selasa,07 Agus 2018 - 18:22:13 WIB

Nur Wijaya Kusuma (15) mahasiswa termuda Universitas Gadjah Mada (UGM) masa akademik 2018/2019 yang diterima melalui jalur SNMPTN.foto.ist

Sleman, CityPost - Nur Wijaya Kusuma menjadi mahasiswa termuda yang masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan usia 15 tahun tiga bulan dan enam hari. Remaja  asal Solo, Jawa Tengah ini diterima di Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Wijaya menuturkan, ia mengikuti kelas akselerasi atau percepatan sejak bangku SD sampai SMA sehingga hanya menjalani pendidikan SD selama lima tahun, SMP dua tahun, dan SMA dua tahun. Tidak heran, saat memasuki bangku kuliah di UGM, Wijaya menjadi yang termuda.

"Mulai SD sampai SMA saya kelas akselerasi di SD 16 Surakarta, lalu SMP 9 Surakarta, dan SMA 2 Surakarta," katanya saat upacara penerimaan hawasiswa baru UGM di Lapangan Grha Sabha Permana UGM, Senin (6/8/18).

Pilihan mengambil kelas akselerasi bermula saat Wiajay berada di bangku PAUD. Saat itu, ada yang mengatakan menempuh pendidikan lebih cepat sejak muda, menjanjikan banyak hal yang lebih baik.

Mengikuti kelas akselerasi bukan perkara mudah bagi Wijaya karena remaja kelahiran 18 Mei 2003 ini harus terus mempertahankan nilai agar bisa terus ada di kelas percepatan. Tapi, di tengah jadwal padat, ia tetap bisa bermain sepeti teman-teman.

"Senin sampai Sabtu fokus belajar, lalu Ahadnya untuk santai dan main-main," ujarnya.

Wijaya yang merupakan putra tunggal dari pasangan Sapta Kusuma Brata dan Uswatun Khasanah ini mengaku sangat senang saat mengetahui dirinya diterima masuk UGM karena bisa meneruskan jejak ayahanda yang merupakan alumni Teknik Nuklir UGM yang kini berprofesi seabgai guru SMA. Wijaya juga tidak menyangka akan menjadi mahasiswa termuda di UGM pada tahun ajaran baru ini. Ia juga berterima kasih kepada orang tuanya.

"Saya itu sebenarnya anak biasa saja, cuma beruntung karena doa orang tua," tuturnya

Wijaya mengaku sempat merasa minder saat bergaul dengan teman-teman seangkatannya yang usianya lebih tua. Namun, ia terus berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang baru ini. Ia memilih Teknik Elektro karena merasa jurusan itu memiliki prospek kerja yang menjanjikan ke depan. Wijaya berharap bisa lancar menjalani perkuliahan dan lulus dari UGM dalam waktu yang singkat.

"Targetnya lulus tiga tahun dan setelahnya masih belum kepikiran akan kerja di mana, kalau orang tua menyarankan lanjut S2 biar tidak terlalu muda saat kerja," katanya. (FAN/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar