Jakarta, Indonesia | Wednesday, 28-10-2020

NEWS UPDATE

KNKS Dorong Investasi Syariah Demi Pembangunan Berkelanjutan

AL | Jumat,26 Jul 2019 - 17:57:59 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Surabaya, CityPost - Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) sedang merumuskan program pembentukan bank khusus investasi syariah untuk mendorong pertumbuhan industri perbankan syariah di Indonesia dengan memanfaatkan potensi pasar domestik.
 
Menurut Direktur Eksekutif KNKS, Ventje Rahardjo, membesarkan industri perbankan syariah akan berkaitan langsung dengan perluasan ekosistem keuangan dan ekonomi syariah. 

"Dalam hal ini, perbankan syariah menjadi tumpuan utama untuk mendorong pertumbuhan industri syariah itu sendiri," kata Ventje kepada wartawan, Kamis (25/7).

Ventje menuturkan, saat ini pemerintah juga sedang fokus untuk memacu pertumbuhan investasi demi menutupi segala kebutuhan pembiayaan dalam pembangunan infrastruktur. Di tengah fokus pemerintah tersebut, KNKS memandang industri syariah harus turut andil dan ikut mengambil pasar dalam menyalurkan berbagai instrumen investasi berbasis sistem syariah.

"Kita rumuskan investmen bank yang murni syariah. Ini untuk mendorong pertumbuhan instrumen investasi yang sifatnya syariah, misalnya sukuk atau green sukuk," ujarnya.

Namun, Ventje menekankan investasi syariah yang mesti didorong harus merupakan investasi yang berdampak pada pembangunan berkelanjutan. Hal itu agar sesuai dengan agenda Sustainaible Development Goals (SDGs) pada tahun 2030 mendatang. Menurutnya, pembentukan bank investasi syariah itu tidak perlu dengan cara mendirikan bank baru. Namun, dapat memanfaatkan unit-unit usaha syariah di luar perbankan yang bisa dikembangkan menjadi bank investasi syariah. Ventje menargetkan pilot project dari bank investasi syariah itu bisa direalisasikan pada tahun ini.  Menurut Ventje, seluruh pemain dalam industri syariah harus dilibatkan sebagai pemodal dari pembentukan bank investasi syariah, termasuk juga perbankan syariah yang asetnya saat ini terus bertambah dan semakin kuat.

"Kita lagi mencari unit-unit usaha syariah dan melihat bisa tidak kalau kita lengkapi dia menjadi investment bank. Jadi, tidak usah bikin baru karena itu repot," pungkasnya. (red/ist)



Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar