Jakarta, Indonesia | Monday, 21-06-2021

NEWS UPDATE

Unair Miliki Teaching Industry Cangkang Kapsul Rumput Laut

AL | Kamis,01 Agus 2019 - 18:42:47 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri peresmian Teaching industri cangkang kapsul berbahan baku rumput laut yang dikembangkan Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi (LPBI) Universitas Airlangga (Unair) dengan PT Inovasi Bioproduk Indonesia.foto.ist

Jakarta, CityPost - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri peresmian Teaching industri cangkang kapsul berbahan baku rumput laut yang dikembangkan Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi (LPBI) Universitas Airlangga (Unair) dengan PT Inovasi Bioproduk Indonesia. Acara persemian yang berlangsung pada Kamis (1/8) juga dihadiri Rektor Unair M. Nasih, dan Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim turut mengadiri acara peresmian ini 

Khofifah merasa yakin keberadaan teaching industri cangkang kapsul berbasis rumput laut di Unaie tersebut akan mempunyai banyak keuntungan bagi masyarakat, karena cangkang kapsul berbahan baku rumput laut, lebih terjamin kehalalannya, ketimbang cangkang kapsul yang menggunakan bahan baku gelatin.

"Selama ini cangkang terbuat dari gelatin yang berasal dari hewani. Jadi kehalalannya masih dipertanyakan. Sedangkan cangkang kapsul berbasis rumput laut yang diproduksi Unair ini sudah terbukti kehalalannya," kata Khofifah.

Menurut Khofifah, cangkang kapsul berbahan baku rumput laut yang dikembangkan Unair masuk kategori industri bersih karena tidak ada bahan yang terbuang. 

"Sisa pengolahan cangkang kapsul berbahan baku rumput laut yang tidak digunakan, nantinya akan didaur ulang," ujarnya.

Rektor Unair Mohammad Nasih menjelaskan, teaching industri yang baru diresmikan tersebut menghabiskan biaya sebesar Rp 4 miliar, dari dana APBN. Area pabrik yang digunakan memiliki luas 559 meter persegi. Nasih mengatakan, keunggulan cangkang kapsul berbahan baku rumput laut selain terjamin kehalalannya, juga harganya sangat bersaing .

"Bahan baku rumput laut yang digunakan, didatangkan dari Probolinggo. Unair juga sedang mengembangkan marine station di Banyuwangi untuk kemudian bisa menghasilkan rumput laut. Sehingga dari hulu dan hilir bisa diproduksi sendiri," tuturnya.

Nasih mengatakan, hadirnya teaching industri cangkang kapsul berbasis rumput laut ini membuktikan bahwa perguruan tinggi di Indonesia bisa membuat suatu produk yang mampu bersaing dengan produk asing. Kuncinya, pemerintah bisa lebih memberi kepercayaan kepada perguruan tinggi untuk mengembangkan inovasi-inovasinya.

"Intinya kalau kita dipercaya, diberikan sedikit modal, kita bisa membuat ini dan tak perlu impor," ujarnya.

Mengenai pemanfaatan cangkang kapsul berbahan baku rumput laut ini, Unair telah menjalin kerja sama dengan berbabagi industri farmasi di Indonesia. Di antaranya dengan Kapsulindo dan Kimia Farma. 

"Kami tingkatkan MoU dari kemitraan ke penggunaan. Dunia farmasi terus kita dorong. Sehingga tiga juta butir cangkang kapsul yang kita produksi per harinya bisa terserap," kata Nasih. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar