Jakarta, Indonesia | Tuesday, 27-10-2020

NEWS UPDATE

Tujuh Karya Budaya Pesisir Selatan Ditetapkan Sebagai WBTB

AL | Jumat,16 Agus 2019 - 14:33:46 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Painan, CityPost - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada sidang yang digelar di Jakarta pada 13-16 Agustus 2019 telah menetapakan tujuh karya budaya dari Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menyebutkan, ketujuh karya budaya tersebut adalah Babiola, Tari Benten, dan Tari Kain yang masuk ke dalam domain seni pertunjukan. Sedangkan, tiga karya lainnya yaitu Anak Balam dan Badampiang masuk ke dalam domain tradisi dan ekspresi lisan, berikutnya satu lagi yaitu Potang Balimau masuk ke domain adat istiadat masyarakat, ritus dan perayaan.

Hendrajoni menjelaskan, penetapan WBTB telah melewati sejumlah tahapan, pada Februari 2019 diusulkan 52 karya budaya WBTB dari 16 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Setelah diseleksi. mengerucut menjadi 32 karya budaya yang disampaikan ke Direktorat Warisan Budaya dan Diplomasi Budaya, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk diverifikasi. Dari sanalah tujuh karya budaya Pesisir Selatan ditetapkan sebagai WTBD bersama 14 karya budaya lainnya dari beberapa kabupaten/kota di Sumatera Barat.

"Sesuai informasi dari Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid bahwa karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTB akan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat ke daerah masing-masing," kata Hendrajoni kepada wartawan di Painan, Jum`at (16/8)

Sertifikat penetapan WBTB  akan diserahkan bertepatan dengan pelaksanaan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) pada Oktober 2019 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ke Gubernur Sumatera Barat. Meski demikian, Hendrajoni menegaskan penerimaan sertifikat bukanlah tujuan akhir dan pihaknya bertekad terus melestarikan karya budaya melalui berbagai kegiatan salah satu memasukkannya ke dalam kurikulum pendidikan.

"Kegiatan tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan," ujarnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar