Jakarta, Indonesia | Wednesday, 28-10-2020

NEWS UPDATE

Harga Gula Meroket Lebihi HET, Pengecer Minta Ampun

Chan | Senin,09 Mar 2020 - 15:12:16 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV you tube Dagang Modal Nekat

Jakarta, CityPost – Kenaikan harga gula yang terus meroket saat ini tengah dikeluhkan warga dan para pengecer dipasar-pasar tradisional. Harga itu naik melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp. 12.500 per kilogramnya.

Kenaikan harga gula itu dipantau sudah terjadi selama 1 sampai 2 minggu terakhir ini. Parta pengecer yang semula menjual harga gula sebesar Rp. 12.500 mau tidak mau harus menaikan harga jual sebesar Rp. 16.000  dan dinaikan lagi menjadi Rp. 17.000 per kilogramnnya karena yang biasanya harga satu karung gula Rp. 600 ribu kini naik menjadi Rp. 850 ribu.

Informasi itu diperoleh dari pantauan redaksi citypost saat menyambangi Pasar Tradisional Impres dibilangan Wijaya Kusuma Jakarta Barat.

Salah seorang pedagang pengecer gula, Suprianto mengatakan, sebelum ada kenaikan dia menjual harga mengikuti harga pemerintah sebesar Rp. 12.500. Namun saat ini sudah tidak bisa menjual harga semula, karena menurut dia bisa merugi karena modal uang yang dibelanjakan satu karung gula sudah naik dari pihak agen dan itu mempengaruhi harga jual eceran.

“Ampun mas, kita sudah menaikan harga dua kali, dari Rp. 15.000 kini jadi Rp. 17.000 atau Rp. 18.000 perkilogramnya. Sudah dari minggu-minggu lalu naik, entah apa penyebabnya. Kalau kami bertahan diharga 12 ribu kami tidak bisa belanja lagi,” ungkap Supri di Jakarta Barat pada Senin (9/3) hari ini.

Supri juga mengaku kehilangan sejumlah pelanggan karena kenaikan harga ini dan penurunan nilai jual. Dari yang semula pelanggannya membeli gula sebanyak 100 kilo, kini mereka hanya membeli 30 kilo bahkan hanya 15 kilo.

“Turunnya drastis mas, dari kita serba salah, kalaus tok gula kita habis dan kita jual harga lama, maka kita sebagai pengecer rugi tidak bisa belanja ke agen lagi karena ada kenaikan dan bisa-bisa tidak ada yang dibawa pulang kerumah,” tukasnya.

Sementara itu, melansir dari Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) disebutkan ada kenaikan pada harga gula pasir lokal hingga menembus harga jual Rp. 16.400 per kilogramnya. Harga itu dilansir per Senin (9/3) hari ini. Angka itu mengalami kenaikan dari Rp. 650 pada hari sebelumnya Rp. 15.750 per kilogram. Bahkan harga gula pasir lokal melebihi gula pasir kualitas premiun yakni Rp. 16.200 per kilogramnya. (Chan/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar