Jakarta, Indonesia | Tuesday, 27-10-2020

NEWS UPDATE

Destinasi Bali Diujung Kematian Usai Corona Merebak Masif

And | Jumat,20 Mar 2020 - 23:27:18 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist screen shoot video channel you tube Lee Claxton

CityPost – Destinasi wisata Bali, Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada kenyataan pahit terkait masa depan industri pariwisata yang kerap mengandalkan turis mancanegara. Hal itu terjadi usai merebaknya pandemi virus corona yang membuat banyak negara membatasi akses keluar masuk warganya.

Sementara itu, Indonesia sendiri akan menangguhkan kebijakan visa on arrival selama satu bulan lamanya  yang dimulai pada Jumat (20/3) hari ini. Upaya itu disebut nantinya akan mematikan masa depan destinasi Bali.

Upaya penangguhan visa akan secara efektif menutup industri pariwisata Bali. Analis mengatakan hal itu akan membawa kepedihan ekonomi seperti yang menimpa Roma Italia, Singapura, Barcelona dan tempat-tempat destinasi wisata dunia lainnya.

Presiden Lembaga Indonesia, pengamat kebijakan luar negeri dari Universitas Monash Melbourne, Ross Taylor mengatakan bahwa Bali merupakan potensi destinasi wisata yang telah menyumbang tiga perempat perekonomian Indonesia. Penutupan de facto perbatasan nantinya akan menjadi bencana besar bagi populasi 4,2 juta penduduk disana.

“Dari penelitian kami, kami tahu sekitar 80 persen dari PDB Bali didasarkan pada pariwisata. Sudah ada transisi besar ini dimana hampir semua orang telah meletakkan semua telur mereka dikeranjang pariwisata. Hasil dari mengambil itu akan menjadi bencana besar,” ungkap Ross seperti yang dilansir melalui Al Jazeera pada Jumat (20/3) hari ini.

Ross mengatakan  selama 15 tahun belakangan ini, kaum muda telah mencari dan menghidupkan ekonomi mereka melalui industri pariwisata, seiring dengan itu banyak orangtua mereka yang menjual sawah-sawah mereka kepada pengembang demi menggeliatkan destinasi di Bali.

“Di sebagian besar negara barat, rumah tangga memiliki beberapa penyangga keuangan. Tetapi di Bali, kebanyakan orang hanya berpenghasilan beberapa ratus dolar sebulan. Mereka hidup dari hari ke hari atau bulan ke bulan. Jika mereka kehilangan pekerjaan, mereka tidak akan memiliki apapun untuk jatuh kembali,” ujar Ross. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar