Jakarta, Indonesia | Wednesday, 28-10-2020

NEWS UPDATE

Nilai Impor Dari China Meningkat Ditengah Pandemi Corona

Retno | Jumat,17 Apr 2020 - 02:57:57 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV you tube Kapi Bede

Jakarta, CityPost – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyampaikan saat ini nilai importasi dari China ke Indonesia mengalami peningkatan untuk periode Maret 2020 dengan total kenaikan sebesar 50 persen atau US$ 1 miliar ketimbang pada Februari 2020 yang hanya tercatat US$ 1,98 miliar.

Kenaikan impor sebesar US$ 2,98 miliar ini melonjak ditengah merebaknya wabah virus corona atau covid19 yang terus meningkat di Indonesia saat ini.

Suhariyanto mengatakan sejumlah produk yang diimpor dari China ke Indonesia adalah bahan kimia organik, buah-buahan, plastik dan barang berbahan dasar plastik, mesin maupun perlengkapan elektrik.

Kabarnya importasi yang terjadi disebabkan karena industri-industri di China sudah mulai pulih sejak wabah virus corona merebak di Kota Wuhan dan kini menjalar dan menjangkit dibanyak negara-negara didunia.

“Impor dai China yang meningkat ini bisa diartikan pemulihan (China) lumayan cepat,” ujar Suhariyanto pada Rabu (15/4) lalu.

Disebutkan, China masih menjadi negara eksportir paling besar ketimbang Hong Kong yang hanya sebesar  US$ 342,8 juta, lalu disusul Taiwan US$ 373,6 juta, Swiss US$ 169,9 juta dan Amerika Serikat US$ 676,1 juta. Angka tersebut tercatat untuk periode bulan Maret 2020 lalu.

Suhariyanto mengatakan secara umum impor yang dilakukan pada bulan lalu paling banyak berupa mesin dan perlengkapan elektrik senilai US$ 1,61 miliar, senjata dan amunisi US$ 187 juta, plastik dan barang dari plastik US$ 733 juta, besi dan baja US$ 787,7 juta dan logam mulia atau perhiasan US$ 246 juta. Sementara itu, total importasi pada Maret 2020 naik menjadi 15,6 persen dari US$ 11,56 miliar menjadi US$ 13,35 miliar. Impor itu terdiri dari minyak dan gas sebesar US$ 1,61 miliar dan non migas US$ 11,74 miliar.

“Impor barang konsumsi meningkat cukup tinggi, bahan baku meningkat, tapi barang modal turun,” ujarnya.

Bukan hanya importasi, BPS juga mencatat ada kenaikan pada nilai ekspor ke China pada Maret 2020 lalu sebesar US$ 1,98 miliar atau naik sekitar 5 persen dari sebelumnya. China sendiri disebutkan sebagai negara kedua tujuan ekspor setelah Hong Kong. (Ret/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar