Jakarta, Indonesia | Wednesday, 28-10-2020

NEWS UPDATE

PTPN Dituding Picu Kenaikan Harga Gula, BUMN Bereaksi

Retno | Rabu,29 Apr 2020 - 22:36:43 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV you tube Teguh Widodo

Jakarta, CityPost – PT Perkebunan Nusantara (persero) II tengah dituding menjadi pemicu kenaikan harga gula dipasaran dalam beberapa bulan belakangan ini. Tudingan itu disampaikan langsung oleh Kementerian Perdagangan dan Bareskrim Mabes Polri.

Sebelumnya disebutkan bahwa Kementerian Perdagangan dan Bareskrim Mabes Polri mengatakan PTPN II ikut berperan dalam kenaikan harga gula. Peran itu diketahui dari kegiatan lelang harga gula diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp. 12.500 perkilogram yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kemudian, dari kegiatan lelang harga gula itulah lantas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menuding PTPN menjadi salah satu penyebab harga gula eceran naik dipasaran hingga menembus angka Rp. 17 ribu perkilogramnya.

“Ada beberapa temuan hasil kerja dengan Kabareskrim, terjadi lelang harga (gula) Rp. 12.900 per kg, sehingga harga di distributor menjadi Rp. 15 ribu per kg dan agen dipasaran menjadi Rp. 17 ribu per kg,” ungkap Agus di Jakarta pada Selasa (28/4) lalu.

Mendengar tudingan itu, pihak Kementerian BUMN mulai bereaksi. Melalui Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga disebutkan bahwa tuduhan itu terlalu mengada-ada. Pasalnya kegiatan itu dilakukan berdasarkan tender atau lelang gula di BUMN. Sementara data yang didapat Kementerian BUMN PTPN hanya menggelar tender gula sebanyak 5.000 ton dengan hasil harga lelang Rp. 12.900 perkilogramnya.

Karena itulah, kata Arya tidak mungkin harga gula nasional bisa terkena pengaruh banyak karena total kebutuhan gula nasional mencapai 3 juta ton pertahunnya.

“Tidak mungkin 5.000 ton pengaruhi pasar hingga naikkan harga gula sampai Rp. 17 ribu perkilogram, kecuali PTPN yang memonopoli harga pasar dan menerapkan itu untuk seluruh tendernya. 5.000 dibanding 3 juta kan jauh sekali. Jadi jangan terlalu mengada-ada,” tegas Arya melalui pernyataan resminya di Jakarta pada Rabu (29/4) hari ini.

Kendati demikian, menurut Arya hal itu akan ditelusuri oleh Kementerian BUMN terkait adanya kemungkinan permainan dalam kenaikan harga gula. (Ret/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar