Jakarta, Indonesia | Tuesday, 27-10-2020

NEWS UPDATE

Asing Bingung Bali Destinasi Wisata Tapi Rendah Kasus Corona

And | Sabtu,02 Mei 2020 - 23:03:00 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist screen shoot video channel you tube Lee Claxton

Denpasar, CityPost – Bali yang merupakan sentra destinasi wisata dunia saat ini menjadi sorotan dan perhatian pihak asing, usai ditempat itu kasus penularan virus corona sangat rendah ditengah keberadaan jutaan turis mancanegara yang ada disana sebelum kedatangan mereka dihentikan pada 20 Maret 2020 lalu.

Misteri keberhasilan Pulau Bali di Indonesia yang bisa melambatkan virus corona lantas menjadi perhatian dan pertanyaan banyak pihak dan media asing pasalnya saat itu tidak ada kasus-kasus medis yang diderita oleh orang-orang dan tidak adanya tanda-tanda penyebaran virus corona dipulau wisata itu.

Bahkan, ketika kebijakan penutupan wilayah diterapkan di Bali, sama halnya yang dilakukan dibanyak negara-negara didunia, puluhan ribu orang-orang Bali tetap menghadiri upacara Hindu yang menandai tahun baru mereka.

Hal itu disaksikan dan dilaporkan langsung oleh media Al Jazeera dari Bali secara langsung pada akhir pekan saat mereka mengamati kehidupan di Denpasar, Bali, sebuah pasar kota yang selalu sibuk.

Disebutkan, pada Sabtu lalu, tercatat hanya ada 235 kasus corona yang dikonfirmasi ditemukan di Bali, termasuk diantaranya sebanyak 121 orang yang sudah sembuh dan hanya empat orang yang meninggal dunia.

Catatan itu jauh dari prediksi para ahli penyakit menular yang sempat menyatakan bahwa penularan virus corona di Bali diprediksi bakal melonjak dan meningkat drastis dan menjadi hotspot corona di Indonesia. Seperti yang dilansir melalui laporan Al Jazeera.

Rendahnya kasus corona di Bali inilah yang kemudian mengundang rasa penasaran pihak dan media asing hingga akhirnya mereka melakukan penelusuran. Dari hasil penelusuran yang didalami melalui perbincangan media sosial disebutkan, Bali memiliki imunitas yang nyata terhadap Covid19 dan juga pendapat-pendapat itu menguat pada sebuah esensi spriritualitas dan mistisme sehingga tingkat penularan corona dipulau itu sangat rendah dan jauh dari prediksi para ahli sebelumnya.

Pendapat lainnya, mengungkap bahwa ada teori konspirasi yang mengklaim pandemi corona adalah tipuan yang diciptakan oleh pemerintah yang terlalu bersemangat dan boneka vaksinasi seperti Bill Gates.

Kepala Pendeta Masyarakat Hindu Indonesia, Gede Wanasari mengatakan bahwa mereka semua di Bali bisa selamat dari corona karena adanya karma baik dan doa-doa yang dilantunkan oleh orang-orang Bali selama ini. Selain itu, masakan Bali juga banyak mengandung nilai herbal yang bisa meningkatkan kekebalan imun tubuh manusia. Pendapat itu juga dikuatkan oleh sejumlah penelitian dan pakar nutrisi yang ada di pulau itu.

Kuatnya kekebalan dan imunitas masyarakat Bali juga diamini oleh Ahli Epidemilogi dari Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, Dr. Panji Hadiseomarto.

“Ketika Covid19 pertama kali diidentifikasi di Wuhan, saya pikir Bali akan menjadi salah satu tempat pertama yang akan terkena dampak keras karena semua turis Tiongkok. Aku salah, dan aku mulai mempertanyakan asumsi dibalik model-model ini karena laju penularannya jauh lebih rendah dari yang diharapkan. Tetapi pertanyaan sebenarnya adalah, apakah ini nyata atau hanya sebuah artefak dari pelaporan yang kurang?” imbuh Hadisoemarto. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar