Jakarta, Indonesia | Wednesday, 28-10-2020

NEWS UPDATE

TNI AL Berhasil Gagalkan Aksi Penyeludupan Sabu

Chan | Kamis,11 Jun 2020 - 18:49:46 WIB

Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai Karimun (Lanal TBK) tangkap penyelundup sabu 2kg/foto ist via warta rakyat

Batam, CityPost – Sepak terjang TNI Angkatan Laut dalam mengamankan wilayah laut Indonesia dari ancaman pihak luar dan aksi-aksi kejahatan terus mendapatkan perhatian publik. Khususnya eksistensi keberhasilan mereka membekuk dan mematahkan penyelundupan narkoba yang semakin gencar dinegeri ini.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, dimanaTim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai Karimun (Lanal TBK), Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabur seberat 2 kilogram di Perairan Karimun Anak, Tanjungbalai karimun pada Senin (8/6) lalu.

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Kolonel Laut (P) Indarto Budiarto mengatakan, pihaknya berhasil menangkap aksi penyelundupan narkotika bermula saat Tim F1QR sedang melakukan patroli rutin diwilayah Lanal TBK. Kemudian pada pukul 04.02 WIB, tim mencurigai sebuah speedboat yang hendak melarikan diri saat melihat kapal patroli. Bahkan untuk mengelabui petugas, mereka sempat mencoba menghilangkan barang bukti dengan membuang nakortika ke laut.

“Dilakukan pengejaran dan tim berhasil menghentikan speedboat tersebut disebelah selatan. Pulau Karimun Anak hingga selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku,” ujar Indarto melalui keterangan resminya pada Selasa lalu.

Pelaku diidentifikasi sebagai MS, H alias B dan NA alias A. Sementara, saat petugas melakukan pemeriksaan speedboat mereka menemukan adanya sobekan plastik yang dilakban diatas jaring. Ada kemungkinan sobekan itu bungkusan barang yang baru saja dibuang ke laut.

“Tim curiga ada barang yang sengaja dibuang ke laut. Akhirnya dilakukan penyisiran dan berhasil ditemukan 2 kantong kemasan teh China berwarna hijau dari dua tempat berbeda namun berdekatan. Kedua plastik itu diketahui berisi sabu,” tukas Indarto.

Indarto menegaskan bahwa semua pelaku saat ini sudah diamankan dan dibawa ke Lanal TBK. Para pelaku itu sendiri mengaku mendapatkan barang haram itu dari Malaysia dengan cara transfer boat to boat diwilayah perbatasan Indonesia dan malaysia (STS-Line). Setelah itu mereka membawa sabu oleh boat penerima menuju Tanjungbalai Karimun. Ketiga pelaku itu dijanjikan upaj sebesar 20 ribu Ringgit Malaysia atau setara dengan Rp 66 juta untuk sekali kirim narkoba.

modusnya sama kayak kasus-kasus sebelumnya. Mereka berpura-pura sebagai nelayan yang sedang mencari ikan. Ketiganya sudah kita amankan dan selanjutnya kita serahkan ke BNNP Kepri untuk proses penyidikan lebih lanjut. Ketiganya terancam pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar sesuai Pasal 113 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,”pungkasnya. (Chan/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar