Jakarta, Indonesia | Monday, 01-03-2021

NEWS UPDATE

Pertamina Bantah Sigap Menaikan Tapi Enggan Turunkan BBM

Retno | Senin,15 Jun 2020 - 08:44:03 WIB

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati/foto ist SSV you tube Pertamina

Jakarta, CityPost – Permasalahan kenaikan dan penurunan harga bahan bakar minyak kembali menjadi perbicangan masyarakat Indonesia. Sejak beberapa minggu lalu, PT Pertamina (Persero) mendapat sorotan tajam terkait belum menurunkan harga BBM disaat harga minyak dunia anjlok dan negara lain sudah menurunkan harga tersebut.

Bahkan saat ini, mereka dituding kerap antusian menyikapi kenaikan harga BBM jika harga minyak dunia naik ketimbang menurunkan disaat harga minyak dunia turun.

Isu dan wacana yang menyudutkan itu kemudian dibantah langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Dia menegaskan bahwa pihaknya berjanji tidak akan langsung menaikan harga jula BBM jika nantinya harga minyak dunia naik. Pernyataan ini disampaikan untuk membantah adanya tudingan yang menyebutkan Pertamina tidak adil dalam penyesuaian harga BBM.

“Tidak betul juga statement itu. Saya ada di Pertamina ketika harga minyak naik, 3 bulan kami tunggu. Tidak serta merta naik. Kami lihat betul karena formula harga kita kan melihatnya 3 bulan ke belakang,” ungkap Nicke melalui sebuah diskusi virtual pada Senin (15/6).

Alasan Pertamina menaikan harga BBM, kata Nicke karena perusahaan harus tetap mempertahankan operasional kilang minyak dalam negeri dan menjaga keberlangsungan industri hulu migas. Hal itu sudah menjadi amanat negara kepada Pertamina.

Nicke mengatakan, jika Pertamina hanya mencari keuntungan semata, maka bisa aja sudah menutup seluruh kegiatan eksplorasi hulu dan kilang minyak dan mengimpor minyak mentah saat harga sedang jatuh.

“Faktanya hari ini memang kami menghasilkan produk hulu migas diseluruh operator lebih mahal dibanding yang dihasilkan oleh Amerika. Karena Amerika over supply,” jelasnya.

Kendati demikian, Nicke mengaku kalau saat ini harga produksi BBM lebih mahal ketimbang impor. Semua diperlukan untuk kemandirian enegri dimasa mendatang.

“Kita harus melihat jangka panjang tentang ketahanan dan kemandirian energi. Bayangkan kalau kita hanya mengandalkan impor, karena diluar negeri murah. Oke kita andalkan impor nggak usah bikin sendiri, kalau negara itu lock down, tidak mengirimkan BBM nya apa yang terjadi,” tegas Nicke. (Ret/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar