Jakarta, Indonesia | Monday, 01-03-2021

NEWS UPDATE

Mantan Menteri KKP Tolak Indonesia Ekspor Bibit Lobster

Retno | Selasa,07 Jul 2020 - 19:31:43 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV you tube Lia Achmad

Jakarta, CityPost – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menegaskan bahwa saat ini pihaknya menolak pemerintah membuka kran ekspor bibit lobster yang dahulu dihentikan saat dia menjabat sebagai menteri.

Pembukaan kebijakan ekspor bibit lobster kembali oleh Menteri KKP Edhy Prabowo saat ini bertolak belakang dengan era Susi Pudjiastuti. Bukan hanya masalah ekspor, Edhy juga sejak menjabat sebagai menteri KKP enggan menenggelamkan kapal-kapal asing yang disita pemerintah.

“Sayang memang tidak rela bibit lobster diekspor. Saya rakyat biasa yang tidak rela bibir diekspor,” tegas Susi menuliskan melalui cuitan twitter pribadinya pada Senin (6/7) yang diunggah pada pukul 16.00 WIB dengan 363 komentar.

Diketahui sebelumnya, Menteri Edhy Prabowo tengah mencabut larangan ekspor diera menteri Susi. Kebijakan itu dituangkan dalam Peraturan Menteri KKP Nomor 12/Permen-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp) dan Rajungan (Portunus spp) diwilayah NKRI.

Saat ini disebutkan Edhy juga melibatkan pihak yang ingin ikut mengekspor bibir lobster keluar negeri dengan sejumlah ketentuan yang diberlakukan.

Pada Pasal 5 Ayat 1 dijelaskan bahwa pengeluaran benih-benih lobster dengan harmonized system code 0306.31.10 dari wilayah Indonesia hanya dapat dilakukan jika kuota dan lokasi penangkapan benih lobster sesuai dengan kajian dari Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas KAJISKAN) dan eksportir harus melaksanakan kegiatan pembudidayaan lobster didalam negeri dengan melibatkan masyarakat.

Edhy mengatakan, biarpun kran ekspor bibit lobster sudah dibuka, pihaknya tetap memprioritaskan utamanya pada pengembangan dan budi daya lobster pasalnya satu lobster bisa menghasilkan sekitar satu juta telur. (Ret/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar