Jakarta, Indonesia | Wednesday, 28-10-2020

NEWS UPDATE

Buruh Medan Gelar Aksi Tolak RUU Ciptaker Omnibus Law

Hen | Kamis,16 Jul 2020 - 17:24:36 WIB

Elemen buruh Medan gelar aksi tolak RUu Ciptaker Omnibus Law/foto ist via jurnal asia

Medan, CityPost – Kelompok buruh di Medan Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa menolak RUU Cipta Kerja Omnibus Law yang mereka anggap telah mengorbankan kelas pekerja dan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945.

Penolakan itu disuarakan oleh ratusan buruh dengan cara menggelar aksi unjuk rasa long march di Jalan Sisingamangaraja mulai dari Simpang Mariendal hingga Fly Over Amplas pada Kamis (16/7).

Koordinator buruh Martin Luis menegaskan bahwa pihaknya memandang RUU Ciptaker Omnibus Law telah mengorbankan para pekerja Indonesia.

“Kami melihat RUu Cipta Kerja dengan metode Omnibus Law tidak hanya mengorbankan kelas pekerja yang ada di Indonesia, melainkan akan sangat berdampak dengan sektor-sektor lainnya. Omnibus Law ini sangat bertentangan dengan UUD Indonesia,” tegas Martin.

Bahkan menurut martin, RUU Cipta Kerja Omnibus Law ini sangat berbahaya dan merugikan masyarakat Indonesia khususnya kaum buruh. Ada poin yang menghilangkan perlindungan dan pemenuhan hak rakyat, hilangnya minimum dan penerapan upah kerja per jam, pengurangan pesangon bagi buruh yang terkena PHK, penerapan fleksibilitas pasar kerja dengan memperluas penggunaan sistem kontrak dan outsourcing, masifnya pembangunan industri ekstraktif yang mengeksploitasi sumber daya alam. Legislasi itu juga dinilai telah memberikan kesempatan kepada tenaga kerja asing unskill untuk masuk kejalur produksi inti, seiring dengan hilangnya tanggung jawab negara dalam menyelenggarakan jaminan sosial bagi rakyat.

“Praktik perampasan tanah rakyat dilegalkan, juga praktik pencemaran lingkungan dan komersialisasi pendidikan semakin masif. Kami akan terus menentang dan menolak kebijakan pemerintah yang sangat liberal dan kapitalistik,” tegasnya. (Hen/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar