Jakarta, Indonesia | Wednesday, 28-10-2020

NEWS UPDATE

Nadiem Bilang POP Untuk Petakan Kebijakan Cari Bibit Inovasi

Chan | Sabtu,25 Jul 2020 - 09:32:43 WIB

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim/foto ist SSV youtube Tonight Show Net

Jakarta, CityPost – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim akhirnya angkat bicara dan menjelaskan Program Organisasi Penggerak (POP) pendidikan. Dia bilang upaya itu dilakukan untuk memetakan kebijakan yang paling efektif salah satunya dalam mencari bibit-bibit inovasi.

“Program Organisasi Penggerak dilaksanakan dengan tujuan mencari bibit-bibit inovasi yang sudah dilakukan berbagai macam ormas digerakan pendidikan,” terangnya melalui konferensi video pada Jumat (24/7) lalu.

Nadiem juga mengaku sebelumnya kerap mendengar laporan banyaknya organisasi masyarakat yang melakukan inovasi dalam pelatihan guru. Atas dasar itulah dia lalu membuat POP, yang menurutnya sebagai program pelatihan guru dengan melibatkan organisasi masyarakat dibidang pendidikan. Dimana nantinya ormas membuat pelatihan lalu Kemendikbud memberikan dana.

Mantan bos Gojek ini juga menjelaskan bahwa ormas nantinya mengajukan proposal pelatihan guru yang akan diajukan kepada Kemendikbud. Kemduian Kemendikbud melalui lembaga eksternal ormas lolos berdasarkan proposal pelatihan.

Nadiem lalu berharap dengan inovasi organisasi masyarakat maka bisa lebih terukur jika dilakukan dengan skala lebih besar. POP kata dia menargetkan hasil asesmen kompetensi dan survei karakter siswa sebagai acuan keberhasilan pelatihan.

“Dari situ harapan saya Kementerian bisa pilih mana metode (pelatihan) yang terbaik dan memasukkan dalam sistem pendidikan nasional,” ujarnya.

Nadiem juga bilang program POP dilakukan untuk mencari inovasi yang tidak terpikirkan dikalangan internal Kemendikbud. untuk itu pelatihan diserahkan kepada organisasi masyarakat.

Sayangnya, program itu menuai polemik usai dianggap ada kejanggalan dan ketidakjelasan yang membuat PGRI, Lembaga Pendidikan (LP) Maarif PBNU dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah pilih mengundurkan diri.

POP ini juga menjadi perhatian serius dari anggota DPR yang meminta Nadiem untuk menjelaskan dengan transparan semua yang terkait dengan POP. Bukan hanya itu, KPK juga ikut menyoroti dan memantau semua yang berkaitan dengan POP. (Chan/ist)


Komentar Via Website : 14
27 Jul 2020 - 07:37:22 WIB
27 Jul 2020 - 05:06:09 WIB
27 Jul 2020 - 00:27:31 WIB
27 Jul 2020 - 00:17:23 WIB
26 Jul 2020 - 22:49:21 WIB
AwalKembali 123 Lanjut Akhir

Nama

Email

Komentar