Jakarta, Indonesia | Tuesday, 27-10-2020

NEWS UPDATE

Geger Menteri Sebar Link Film Iilegal Bikin Sineas Geram

Pus | Senin,17 Agus 2020 - 20:38:47 WIB

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) Tjahjo Kumolo/foto Ryan Citypost

Jakarta, CityPost – Kelompok Sineas Indonesia saat ini tengah mengaku geram dengan ulah seorang menteri yang telah menyebarkan link film ilegal melalui media sosial twitter. Aksi tersebut menurut mereka merupakan bentuk tidak menghargai karya seni dan penciptaan.

Belakangan diketahui yang menyebarkan adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) Tjahjo Kumolo yang menyebarkan link itu melalui twitter.

Usai geger dan viral, Tjahjo sendiri menurut pantauan awak media juga sudah angkat bicara dan mengakui perbuatannya lalu meminta maaf.

“Saya mendapat kiriman WhatsApp koleksi film perjuangan tersebut, mengingat Hari kemerdekaan RI saya berbagi saja kepada group via twitter,” ungkap Tjahjo melalui cuitan akun twitter pribadinya.

Dalam cuitannya itu, Tjahjo menujukan tulisannya kepada sutradara Joko Anwar dan meminta maaf kepadanya atas semua kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan bahkan bersedia membayar ganti rugi.

“Mohon maaf kalau saya salah dan khilaf, kalau saya harus membayar karena saya berbagi, saya siap semampu saya,” tulisnya lagi.

Diketahui, penyebaran link film ilegal itu dilakukan Tjahjo Kumolo pada Minggu (16/8) kemarin melalui twitter. Sejumlah judul film disertakan didalamnya seperti Cut Nyak Dien, Sang Pencerah, Sang Kiai, Senja Merah di Magelang dan Ketika Bung Karno di Ende.

Aksi Tjanjo ini lantas diprotes oleh sejumlan Sineas Film Indonesia, termasuk sutradara Joko Anwar, Ifa Isfansyah dan Sheila Timothy.

“Apakah benar ada seorang menteri @jokowi membagi-bagikan link film-film Indonesia di Youtube yang diupload secara ilegal? Kalau benar, ijinkan saya patah hati dan hilang harapan pemerintah Indonesia serius mendukung atau paham industri kreatif,” cuit Joko Anwar.

Sementara itu, Ifa Isfansyah mengaku sakit hati dengan ulah Tjahjo tersebut dan prihatin atas rendahnya literasi hak cipta dan hak edar di Indonesia hingga sekelas menteri menyebarkan link film ilegal. (Pus/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar