Jakarta, Indonesia | Friday, 23-10-2020

NEWS UPDATE

Tuntut Pemerintah Tokoh Nasional Deklarasikan KAMI

Chan | Rabu,19 Agus 2020 - 00:01:55 WIB

Tokoh Nasional Deklarasikan Kami di Tugu Proklamasi/foto Bunayya CityPost

Jakarta, CityPost – Sejumlah tokoh nasional Indonesia saat ini membentuk wadah aspirasi dengan nama Koalisi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dideklarasikan pada Selasa (18/8) di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat.

Pembentukan KAMI itu sendiri ditengarai sebagai sarana untuk mengkritisi dan melayangkan tuntutan terhadap pemerintah, lembaga legislatif dan aparat penegak hukum yang dianggap belum melaksanakan fungsi mereka sebagai lembaga negara.

Dalam acara deklarasi tersebut, Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin dan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo melayangkan delapan tuntutan terhadap pemerintah, DPR RI dan aparat penegak hukum.

KAMI mendesak Presiden bertanggungjawab sesuai dengan sumpah dan janji jabatannya. Selain itu, mereka juga mendesak MPR, DPR, DPD dan MK untuk bisa melaksanakan fungsi dan kewenangan konstitusionalnya demi menyelamatkan rakyat bangsa dan negara Indonesia.

“KAMI meminta pemerintah dan para anggota legislatif untuk menegakkan penyelenggaraan dan pengelolaan negara sesuai dengan jiwa, semangat dan nilai yang tekandung dalam Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila,” ujar Din Syamsuddin.

Diketahui, pada acara deklarasi itu juga dihadiri oleh, Siti Hediati Hariyadi alais Titiek Soeharto, Sri Edi Swasono, Ichsanuddin Noorsy, mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma, ahli tata negara Refly Harun. M Said Didu dan tokoh-tokoh nasional lainnya.

Pada kesempatan yang sama, mantan sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu juga ikut bersuara.  Dia meminta pemerintah tidak membiarkan rakyat menyelamatkan diri sendiri melawan wabah corona.

“Dengan tidak membiarkan rakyat menyelamatkan diri sendiri, sehingga menimbulkan banyak korban dengan mengaloksikan anggaran yang memadai termasuk untuk membantu langsung rakyat miskin yang terdampak secara ekonomi,” tegas Said Didu.

Sementara itu tuntutan lain dari KAMI adalah terkait resesi ekonomi yang tengah membelit Indonesia. Mereka meminta pemerintah bertanggungjawab mengatasi resesi itu agar bisa menyelamatkan rakyat miskin, petani, nelayan, guru, tenaga kerja, pedagang maupun para pelaku UKM dan sektor informal lainnya.

“Kepada pemerintah dituntut untuk menghentikan penegakkan hukum yang karut marut dan diskriminatif, memberantas mafia hukum, menghentikan kriminalisasi lawan-lawan politik, menangkap dan menghukum berat para penjarah kekayaan negara,” ujar Refly Harun. (Chan/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar