Jakarta, Indonesia | Saturday, 18-09-2021

NEWS UPDATE

Erick Larang BUMN Garap Proyek Dibawah 15 Miliar

Retno | Rabu,19 Agus 2020 - 00:06:19 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir/foto ist SSF Dok Humas Kementerian BUMN

Jakarta, CityPost – Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa saat ini perusahaan BUMN dilarang ikut dalam tender proyek yang bernilai dibawah 15 miliar. Upaya itu dilakukan agar mereka bisa menyertakan keterlibatan kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa menggeliatkan perekonomian nasional.

“Untuk pengadaan Rp 250 juta sampai Rp 15 miliar, kita sudah keluarkan peraturan bahwa tidak ada lagi BUMN yang ikut tender itu. Jadi kita bangun ekosistem yang sehat untuk UMKM,” tegas Erick melalui konferensi pers yang digelar secara virtual saat meluncurkan laman dan aplikasi khusus BUMN pada Senin (17/8) lalu.

Menurut Erick, sejauh ini para pelaku UMKM juga terkeda dampak dari wabah Pandemi Covid-19, untuk itu pihak BUMN bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam menyikapinya, khususnya terkait pengelolaan Smesco dan Sarinah.

Semsco sendiri kata Erick nanti akan menjadi tempat yang difokuskan untuk memberikan pelatihan bagi para pelaku UMKM, sementara Sarinah akan menjadi tempat pemasaran semua produk-produk UMKM.

Untuk menunjang program tersebut, Erick juga meluncurkan Pasar Digital (PaDi) UMKM yang akan mendorong peningkatan belanja BUMN kesektor UMKM. Namun baru sebatas 9 BUMN seperti Telkom, Pertamina, Pupuk Indonesia, Waskita Karya, Wijaya Karya, PP, BRI, Pegadaian dan PNM.

“Saya ingin dimulai dulu dengan 9 BUMN ini dan kita lihat 2-3 bulan kedepan. Kita lakukan evaluasi dan jika hasilnya baik, akan kita perluas implementasinya pada BUMN lainnya. Karena saya ingin semua dimulai secara baik,” tukas Erick. (Ret)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar