Jakarta, Indonesia | Wednesday, 28-10-2020

NEWS UPDATE

TNI di Apresiasi usai Berhasil Temukan Obat Corona

Pus | Selasa,18 Agus 2020 - 00:44:53 WIB

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa/foto ist SSV Twitter Akun Mabesad @tni ad

Jakarta, CityPost – Eksistensi dan peran penting TNI dan BIN dalam menemukan obat corona melalui sebuah riset yang dilakukan di Universitas Airlangga tengah diapresiasi oleh berbagai macam pihak dan kalangan di Indonesia.

Melansir keterangan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, disampaikan bahwa obat corona itu ditemukan saat tim melakukan upaya penyembuhan terhadap seribuan prajurit TNI AD yang terpapar virus corona di Sekolah Calon Perwira (Secapa) Bandung, Jawa Barat.

Andika yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengatakan, sejauh ini menyangkut obat corona yang ditemukan dan dikepalai oleh Dr Purwanti sudah menyelesaikan tahap uji klinis yang ketiga. Untuk itu, kata KSAD saat ini Indonesia sudah memiliki obat untuk menangani pasien positif Covid-19.

“Jadi sesuai dengan laporan hasil penelitian yang disampaikan oleh Ketua tim pelaksana riset Unair bahwa semuanya sudah memenuhi syarat saint riset yang sesuai dengan prosedur yang berlaku. Sehingga ini bisa dikatakan temuan kombinasi obat pertama untuk menyembuhkan Covid-19,” ungkap Andika saat berada di Mabes TNI AD pada Sabtu (15/8) lalu.

Diketahui, dari informasi yang sampai keawak media, Tim Riset Penanggulangan Covid-19 dalam waktu dekat akan mengajukan syarat izin edar atas temuan kombinasi obat Covid-19 melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar bisa segera diproduksi secara massal dan diberikan untuk membantu pasien-pasien positif Covid-19 diseluruh Indonesia.

Andika mengatakan temuan obat Covid-19 ini sebagai hadiah bagi rakyat Indonesia karena bertepatan dengan momen perayaan HUT RI yang ke 75 tahun.

“Kita memerlukan kerjasama semua yang hadir disini, saat ini hadir ada dari tim Kimia Farma, tim dari IDI, tim dari BPOM, ada juga Komisi I DPR RI, ada teman-teman Polri, ada Jamdatun yang merupakan Anggota KPCPEN, kita sangat membutuhkan dukungan dari semuanya. Sementara itu kami akan melakukan proses pengajuan izin edar dari obat itu ke BPOM. Kita berharap dalam waktu dekat ini izin edar bisa kita dapatkan sehingga kita bisa melakukan tahap berikutnya, yaitu tahap produksi massal,” pungkas Andika. (Pus)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar