Jakarta, Indonesia | Friday, 23-10-2020

NEWS UPDATE

Netanyahu Pilih Menunda Aneksasi Untuk Sementara Waktu

And | Rabu,19 Agus 2020 - 15:13:13 WIB

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu/ foto ist SSV youtube Financial Times

CityPost – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pihaknya berencana menunda pelaksanaan Aneksasi Tepi Barat untuk sementara waktu. Hal itu katanya sesuai dengan permintaan yang dilayangkan oleh pihak Amerika Serikat.

Informasi penundaan itu sendiri diketahui dari hasil lansiran wawancara antara Netanyahu dengan media Sky News Arabia yang berpusat di Abu Dhabi.

“Ini adalah permintaan Amerika untuk menghentikan pencaplokan tanah di Tepi Barat untuk sementara waktu dan kami setuju,” ujar Netanyahu seraya menyebutkan bahwa AS terus memprioritaskan perluasan viis perdamaian diwlayah konflik tersebut.

Sementara itu, sebelumnya. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pengumuman bahwa Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel telah menormalisasi hubungan antar negara.

Atas normalisasi tersebut, UEA menjadi negara Teluk pertama dan negara Arab ketiga yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel secara penuh setelah sebelumnya Mesir dan Yordania.

Israel menyambut baik binaan hubungan dengan UEA dan Netanyahu berkomitmen akan meningkatkan kerjasama mereka diberbagai bidang, termasuk dalam aspek teknologi, energi, lingkungan, sumber daya alam dan pertanian dimasa mendatang.

“Seperti disini di Israel, kami akan mengimpor dari zona bebas di UEA,” ujar Netanyahu.

Seperti yang dilansir melalui Anadolu Agency dilaporkan bahwa, Perdana Menteri Israel itu juga mengatakan bahwa negara-negara Arab lainnya akan segera membuat perjanjian perdamaian yang sama dengan Israel dan dia optimis UEA akan menjadi negara terakhir yang akan berdamai dengan Israel.

“Saya yakin bahwa UEA tidak akan menjadi negara terakhir yang berdamai dengan Israel. Kami menunggu anda. Kami siap mengatur agar umat Islam Shalat di Masjid Al Aqsa dan tempat-tempat suci serta kami akan mengunjungi anda di Emirates,” ungkap Netanyahu. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar