Jakarta, Indonesia | Tuesday, 27-10-2020

NEWS UPDATE

Hindari Covid19, Papua Nugini Pulangkan Tenaga Kerja China

And | Senin,24 Agus 2020 - 15:45:10 WIB

Kawasan Port Moresby Papua Nugini/foto ist SSV youtube SKY SCRAPER

CityPost – Pihak berwenang Papua Nugini saat ini mengambil sikap tegas demi menjaga keselamatan dan kesehatan warganya dengan melarang entitas pekerja asing masuk kedalam negaranya. Hal itu tegas dilakukan seiring dengan adanya sebuah pesawat yang masuk dan membawa para pekerja dari China dan diusir kembali lalu dipulangkan kenegara asalnya.

Informasi pengusiran dan penolakan masuknya Tenaga Kerja China ke Papua Nugini disampaikan oleh Kepala Otoritas Papua Nugini untuk Pengendalian Covid19, David Manning dihadapan awak media.

David mengatakan pesawat pembawa para pekerja China yang akan bekerja diperusahaan Tamu NiCo Management Ltd ditolak masuk ke Port Moresby, Papua Nugini pada Jumat (21/8) lalu. Bahkan kendati perusahaan Tamu mengklaim sudah memvaksinasi 180 pekerja China yang akan masuk, mereka tetap menolaknya masuk.

Menurut David, untuk menjaga dari potensi resiko ancaman terkait Covid-19 yang ditimbulkan oleh para pekerja China, mereka tegas menolak dan mengembalikan pesawat itu kenegaranya sebagai bentuk pencegahan.

“Karena kurangnya informasi mengenai uji coba vaksin itu, serta resiko dan ancaman yang mungkin ditimbulkan pekerja China terhadap rakyat kami, saya menolak kedatangan pesawat itu kemarin. Ini semata dilakukan demi kepentingan rakyat kami dan negara kami,” tegas David Manning.

Sementara itu, seperti yang dilansir Voice of America dan media-media lokal Papua Nugini, para pekerja China itu kabarnya sudah diberi vaksin SARS-COV-2 pada 10 Agustus lalu. Namun, vaksin itu sejauh ini belum dapat pengakuan medis dan masih dalam tahap uji coba.

Manning menegaskan bahwa hingga saat ini Departemen Kesehatan Papua Nugini belum menyetujui satupun percobaan vaksin, atas dasar itulah negaranya tidak bisa menerima para pekerja China.

“Vaksin yang masuk ke Papua Nugini harus mendapat persetujuan dari Departemen Kesehatan dan harus melalui uji protokol dan prosedur vaksin yang ketat,” ujarnya.

Diketahui, Papua Nugini sejauh ini masih dikategorikan sebagai negara miskin berpenduduk 9 juta jiwa yang umumnya aktivitas mereka bekerja sebagai petani. Sejak wabah virus corona mencuat, kasus Covid-19 di Papua Nugini sudah mencapai 361 kasus dengan empat kematian. Kasus itu terus melonjak khususnya di ibukota Port Moresby yang kini sudah memberlakukan kebijakan jam malam untuk mengendalikan wabah. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar