Jakarta, Indonesia | Tuesday, 27-10-2020

NEWS UPDATE

Gagai Damai, Ratusan Taliban Dilaporkan Tewas Dalam Konflik

And | Senin,24 Agus 2020 - 17:20:31 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV Youtube DW

CityPost – Proses perdamaian dan gencatan senjata yang sebelumnya disetujui oleh pemerintah Afghanistan dengan kelompok Taliban, sepertinya hanya sebatas rencana yang tidak pernah berkepanjangan. Hal itu diketahui usai meletus kembali perang antara pasukan pemerintah dengan kelompok Taliban.

Otoritas Afghanistan mengklaim telah menewaskan sebanyak 100 gerilyawan Taliban yang berada diberbagai wilayah Afghanistan saat perang meletus ditengah proses perdamaian yang sempat terhenti.

Sementara itu, informasi dari Tentara Nasional Afghanistan (ANA) disebutkan korban tewas dari kelompok Taliban mencapai 114 orang usai serangan udara dan darat digencarkan oleh pasukan pemerintah selama 24 jam terakhir.

Seperti yang dilansir melalui Anadolu Agency dilaporkan bahwa 209 Korps Shaheen menjelaskan kelompok Taliban mencoba melanarkan berbagai serangan dalam skala besar di provinsi Balkh, Faryab dan Sar e Paul. Namun serangan mereka berhasil dipatahkan dan korban paling banyak ada dipihak Taliban. Ada sebanyak 52 pejuang Taliban yang tewas dan 26 lainnya terluka. Ungkap otoritas Afghanistan melalui pernyataan resmi.

Informasi lainnya disebutkan ada 217 Pamir Corps di timur laut Afghanistan yang juga ikut mengeluarkan pernyataan bahwa serangan Taliban pada malam harinya di jalan raya utama Kunduz Khan Abad digagalkan yang memicu tewasntya 38 pemberontak dan 16 lainnya terluka.

Dari wilayah selatan, 205 Korps Attal Militer mengatakan mereka berhasil menewaskan 24 orang pemberontak pada saat kontak tembak terjadi di Provinsi Uruzgan.

Diketahui sebelumnya, ketidaksepakatan proses pertukaran tahanan antara pemerintah Afghanistan dengan Taliban telah memicu tertundanya proses negosiasi perdamaian yang direncanakan berdasarkan kesepakatan AS-Taliban yang sudah ditandatangani sebelumnya pada Februari lalu agar perang yang sudah terjadi selama 19 tahun di Afghanistan bisa segera diakhiri. (And/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar