Jakarta, Indonesia | Wednesday, 28-10-2020

NEWS UPDATE

Rebut Pangsa Hati, KAMI Sulsel Deklarasikan Diri

Hen | Senin,24 Agus 2020 - 00:11:58 WIB

Deklarasi KAMI di Makassar Sulawesi Selatan/foto ist SSV youtube KAMI Sulsel

Makassar, CityPost – Wadah berkumpulnya tokoh-tokoh nasional dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mulai mendapatkan tempat ditengah-tengah masyarakat. Keberadaan mereka disebut mampu merebut pangsa hati dan pikiran warga ditengah kondisi bangsa yang semakin tidak menentu seiring mewabahnya virus corona.

Usai para deklarator KAMI seperti Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo mendeklarasikan wadah perkumpulan tersebut di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat pada Selasa (18/8) lalu. Deklarasi serupa juga dilakukan oleh masyarakat Indonesia diwilayah lainnya. Bahkan mereka yang tinggal di luar negeri seperti Australia juga ikut bergabung dan mendeklarasikan diri.

Sementara itu, pada Senin (24/8) hari ini, puluhan masyarakat Sulawesi Selatan mulai ikut bergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia dan mendeklarasikan keberadaan KAMI yang digelar di Warkop Turatea, Jalan Haji Bau, Kota Makassar dengan protokol kesehatan.

Dari pantauan awak media setempat, Deklarasi KAMI di Makassar juga dihadiri oleh tokoh sentral seperti Din Syamsuddin dan M Said Didu yang ikut hadir menyaksikan melalui saluran virtual.

Disebutkan, tokoh-tokoh Sulawesi Selatan yang ikut bergabung dan mendeklarasikan KAMI antara lain, Dr dr Nani iriani Djufri, Muhammad Iqbal, Kol. Pur. Muhammad Nursam, Dr Ir Faidal Habib, Dr Andi Maryam, Agus Baldie, Dr Ahmad Yani dan Ikhwan Jalil.

Sama seperti KAMI Jakarta, KAMI Sulsel juga melayangkan tuntutan kepada pemerintah. Mereka mengaku apa yang dirasakan masyarakat Jakarta sama persis seperti yang dirasakan masyarakat Sulawesi Selatan.

“Yang pasti apa yang dirasakan deklarator dan masyarakat serta rakyat di Jakarta dan jawa sana ternyata sama persis yang dirasakan oleh kita di Sulawesi Selatan dan mungkin diseluruh Indonesia,” ungkap Baldie.

Baldie menegaskan, deklarasi KAMI di Sulawesi Selatan murni sebagai bentuk kecintaan kepada NKRI dan bukan gerakan politik.

“Apalagi gerakan politik praktis yang murahan. Sekali lagi ditegaskan, ini adalah gerakan moral, bukan bentuk pembangkangan, tetapi bentuk kecintaan KAMI terhadap negeri ini, Indonesia Raya,” ujarnya. (Hen/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar